Mahasiswa Boikot Pelaksanaan Mubes IAIN Ar-Raniry


Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Mahasiswa IAIN (KPMI) mengadakan aksi demo di depan Gedung Pascasarjana IAIN Ar-Raniry. Mahasiswa menuntut agar Mubes yang dijadwalkan sedang berlangsung dapat segera dihentikan. KPMI menuntut agar pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) dilaksanakan secara Pemira dan secara tegas menolak Mubes.

Sejak Sabtu pagi , (1/12).  KPM  telah menjaga gerbang masuk gedung Pascasarjana, tempat Mubes dilangsungkan. Sehingga peserta Mubes tidak dapat masuk. KPMI juga menuntut pihak dari Majelis Perwakilan Mahasiswa IAIN (MPMI) keluar dari gedung, untuk berdialog dengan massa pendemo. Mereka mengancam akan memboikot jika Mubes tetap dilaksanakan.

“yang kami inginkan, MPMI segera keluar dari gedung ini dan mari kita bahas AD/ART yang telah disepakati. Jelas bahwa dalam pasal di AD/ART, pemilihan Presma diadakan secara Pemira, Bukan Mubes. Mubes tidak ada dalam aturan hukum kita.”tegas Said, ketua KPMI.

Sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dengan pihak keamanan saat massa mencoba memaksa masuk ke dalam gedung. Aksi saling dorong berulang kali terjadi. Namun, kericuhan ini berhasil diredam saat Rektor IAIN Farid Wajidi tiba dan bersedia menjumpai pendemo. “saya harap pengertian dari mahasiswa semua, kisruh ini akan segera kita cari solusinya. Terus terang, saya cukup kaget karena sama sekali tidak menerima surat izin mengenai aksi demo hari ini.”kata Farid dihadapan seluruh pendemo.

Farid juga meminta kepada massa KPMI agar tidak bertindak anarkis. Segala tuntutan mengenai Mubes dapat disampaikan melalui mekanisme yang telah ditentukan. Namun, KPMI membantah telah melangkahi proses yang ada.

“upaya dialog telah kami tawarkan kepada MPMI, namun tidak pernah ada jawaban yang pasti. Lalu KPMI berupaya untuk mengajukan tuntutan berupa uji materi terhadap segala aturan mengenai pemilihan Presma. MPMI malah menggelar rapat untuk voting antara meneruskan Mubes atau peninjauan AD/ART. Padahal semua tahapan telah kami jalankan.”kata Juru bicara KPMI M Asy-Syauqi.

Aksi demo berakhir pada pukul 12 siang, saat massa memperoleh informasi bahwa Rektor beserta pihak MPMI sepakat menghentikan Mubes untuk sementara, demi menghindari terjadinya aksi anarkis. Meski demikian, KPMI berjanji akan terus menolak Mubes dan menuntut pelaksaan Pemira.

“Rektor menghentikan Mubes hanya untuk sementara. Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mangawasi dan mengajukan draft tuntutan agar permasalahan ini dapat terselesaikan.”tambah Syauqi. (Fuadi Mardatillah)

 

3 Komentar

  1. pertanyaannya… kalo mubes apa untungnya kalo pemira apa untungnya ? klo gak da untung,, peucit jak peukaru droe?

Komentar ditutup.