Ini Dia Pemenang Lomba Menulis Surat Untuk Ibu

Ini Dia Pemenang Lomba Menulis Surat Untuk Ibu

Banda Aceh – Memperingati Hari Ibu ke-84 yang bertepatan pada 22 Desember 2012, Kohati mengadakan lomba menulis sepucuk surat cinta untuk Ibu, Setelah seminggu, akhirnya kemarin, (22/12/2012) mengumumkan pemenang dari lomba tersebut.

Adalah Juliana yang sukses mendapatkan juara  pertama dalam lomba menulis sepucuk surat cinta untuk Ibu tersebut. Berikut tulisan surat cinta untuk Ibu oleh Juliana :.

Senandung waktu berirama indah saat menikmati umuran jagungku. Kasih sayangmu terukir suci dalam ketidakberdayaanku melawan ketulusan ikhlas itu. Keridhaan terpancar dari wajah tulusmu. Setiap tuturmu mendamaikan kalbu dari kegelisahan, seakan hilang direbut masa.

Terbayang sejak detik pertamaku mengenal  dunia, aku tumbuh selamat dalam menatap kedewasaanku. Saat itu, tak kudapatkan keluhan sedikitpun darimu karena masuk kedalam perangkap hidupmu begitu saja, datang tanpa seizinmu. Pernah ku berfikir, siapa sebenarnya sosokmu itu? Rela tersakiti demi sebuah nyawa kecilku saat itu, pantang mundur disaat menuntunku, terkuras keringatmu saat membesarkanku agar tumbuh menjadi gadis mungil yang berpotensi gemilang dan berkualitas tanpa mengenal tempat.

Dalam hatiku sering bertanya dalam harapan-harapan anehku, yang kupikir bahwa keadaan itu sangat mudah kau dapatkan. Tak bisakah sedikit saja kau biarkan aku terluka? Tak sanggupkah menggeser namaku secuil saja dari benak jiwamu? Tak mampukah jiwa besarmu menghilang sekejap saja dari hadapanku? Tak kuasakah airmatamu terjatuh ntuk menyudutkanku sedetik saja? Ku tak berniat mengungkap semua pertanyaan itu, tetapi ku tak berhenti berharap agar jawaban pertanyaan-pertanyaan itu segera kudapatkan seiring dewasanya umurku.

Tak kusangka hari itu datang, mengambil seluruh sisa nafasmu. Nyawamu terenggut karena berjalannya waktu yang menuju pada takdir kepulanganmu pada Sang Kuasa. Tuntunan kasihmu kandas pergi tersisa kenangan. Kupikir peran sosokmu telah berakhir saat itu juga. Tapi, kenyataan tak mengizinkanku berbuat demikian. Peran tulusmu yang tinggal dikenang, membuatku tersadar, bahwa kepergianmu adalah pesan terakhirmu untukku. Jika hidupmu dulu berperan dalam hidupku, maka aku siap menjadikan sosokku lebih berperan dalam hidupmu di alam sana. Kupikir menggantikan nyawamu dengan nyawaku akan mengakhiri kesedihan lukaku saat itu, tapi kurasa tak ada kesempatan pada kemungkinan itu semua. Karena itu, doa serta kebajikan akan setia kualiri disertai ridha-Nya untuk kedamaiaanmu disana. Semoga kau tersenyum menerima sosok peranku ini dan tak pernah tersakiti sebagaimana sakit luka hidup yang telah kau rasakan dimuka bumi ini.

Setelah kepergianmu, baru kupahami sosok seperti apa engkau itu. Ibu, peranmu adalah urgensi terbesar dalam setiap hembusan nafasku. Mother know, this is my first sad story and happy story.

Data Diri

Nama             : Juliana

TTL                 : 15 desember 1993

Alamat          : Kuta Binjai, Alue Ie Mirah- Aceh Timur

Fakultas       : Syari’ah

Jurusan        : SPH (Perbandingan Mazhab dan Hukum)

Nim                : 131209538

Motto hidup    : Menjadikan buku sebagai pacar pertamaku.