Balee Inong Sambangi UIN Ar-Raniry

Sumberpost.com | Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dikunjungi lembaga Balee Inong Kota Banda Aceh. Sebanyak 18 ketua balai inong di Kota Banda Aceh hadir dalam pertemuan di ruang sidang rektor kampus setempat, Selasa (10/3/2015).

Pertemuan yang dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Syamsul Rijal mendiskusikan tentang cara memberikan pendidikan kepada ibu rumah tangga dan pendidikan dini kepada anak. Kunjungan tersebut merupakan kali pertama lembaga khusus perempuan ke UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutanya, Rektor UIN Ar-Raniry Farid Wajdi Ibrahim menyampaikan beberapa hal yang dimiliki oleh perempuan, tapi tidak dimiliki laki-laki. Lanjut Rektor, saat ini bumi lebih banyak di huni oleh perempuan dari pada laki, dan menurut catatan sejarah, perempuan  Aceh sangat gagah dan kuat. Farid mencontohkan Cut Nyak Dhien, Malahayati, dan pasukan inoeng balee.

“Potensi lain yang dimiliki perempuan adalah umurnya lebih panjang, ini mungkin faktor resiko pekerjaan antara laki-laki dengan perempuan, daya tahan tubuh perempuan juga lebih kuat,” kata Farid.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry mengampaikan rasa senangnya karena ada wadah untuk perempuan seperti lembaga Balee Inong. Namun, setiap lembaga membutuhkan struktur dan harus memiliki figur yang bagus.

Direktur Womens Development Centre (WDC) Kusmawati Hatta mengatakan, saat ini di Kota Banda Aceh sudah terbentuk 18 Balee Inong dan akan terus bertambah mengingat jumlah gampong/desa mencapai 90 Desa dari 9 Kecamatan yang ada.

Jelas Kusmawati, Balee Inong  ini merupakan sebuah wadah bagi kaum perempuan untuk membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas kaum perempuan, Pemerintah Kota Banda Aceh menganggap perlu diadakan Balee Inong untuk mempercepat laju pembangunan yang berperspektif gender dan juga laju perekonomian Kota Banda Aceh, sehingga balee inong ini lahir pada musyawah rencana aksi (Musrena) Kota Banda Aceh.

“Di Balee Inong ini kaum perempuan dapat saling bertukar pengalaman, saling berbagi ilmu dan skill dengan membuat berbagai pelatihan yang dibutuhkan serta menghadirkan narasumber dari mereka sendiri maupun dari luar termasuk dosen-dosen UIN Ar-Raniry,” ujar Kusmawati.

Menurutnya, selama sudah banyak dosen-dosen UIN Ar-Raniry memberikan materi di berbagai kegiatan Balee Inong, namun belum ada kerjasama khusus atau terintegrasi antara balee inong dengan kampus UIN Ar-Raniry. []

Rilis

Mungkin Anda Menyukai