Radio Assalam Gelar EDP Bersama KPI Aceh

Sumberpost.com | Banda Aceh – Agar memperoleh izin untuk melakukan penyiaran radio, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menggelar Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, dengan Perkumpulan Radio Komunitas (Rakom) Assalam, Kamis (26/03/2015) di Aula Fakultas tersebut.

Radio Assalam yang pernah menjadi Radio Komunitas pertama sebelum Tsunami 10 tahun lalu, kini kembali harus melalui beberapa  proses untuk mendapatkan izin penyiaran. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi,  A Rani Usman mengatakan, sebenarnya Radio Asslam ini sudah lama, namun waktu bencana tsunami 10 tahun lalu. Banyak alat radio yang dibawa air. Sinyal frekwensi pun roboh sehingga tidak bisa siaran lagi.

“Hari ini kita coba bangki agar bisa aksis kembali. Karena sekarang kita juga sudah UIN,  maka dari itu  kita harus mampu bersaing ditingkat global. Menyampaikan informasi yang benar mengenai  hal-hal yang terjadi di masyarakat.”

Di samping itu, Dekan FDK ini juga menjelaskan tentang latar belakang nama Radio Assalam, kata  Rani, orang muslim harus menunnjukkan agama islam itu adalah agama yang harmonis, misalnya harus memberi salam kepada setiap orang yang di jumpai. “Maka dari itu kenapa Radio ini kami namakan Asslam,” tuturnya.

Kenapa radio ini berada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi ? jawab Rani, karena FDK mempunyai jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).  Tetapi yang menggukannya bukan hanya mahasiswa dari FDK saja, bagi seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry juga bisa.

“Radio Asslam ini dikelola oleh mahasiswa sendiri dan mahasiswa yang merancang program. Namun setiap kebijakan yang mereka buat itu tergantung dari kita pihak jurusan dan fakultas. Radio Assalam ini kita fokuskan pada bidang pendidikan,  khususnya agama islam, dan budaya,” terang Rani.

Dengan adanya Radio Komunitas Assalam, Ia mengharapkan bisa memberikan suatu infomasi sebagai pengontrol sosial dan mensejahterakan masyarakat, bagi penyiar sendiri nantinya akan membentuk format. “Bagi siapa mahasiswa yang mampu berbicara di depan publik, maka silahkan ia ikut bergabung dan mau belajar bersama kami,” ujar Dekan yang bisa berbahasa Mandari tersebut.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, dalam sambutannya ia mengatakan, Radio Komunitas Asslam akan memberi dalmpak positif bagi masyarakat kedepan, terutama di bidang agama Islam untuk membantu menegakkan syariat Islam di Aceh.

Radio Komunitas ini juga sama tahapannya seperti radio lain, pertama harus mempersiapkan prefikasi berkas, serta pra evaluasi dengar pendapat. Selanjutnya baru di ajukan ke Menkominfo untuk memngeluarkan izin penyiaran, jelas Rani kepada forum.

Menurut Rani, Radio Assalam ini adalah wadah bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk belajar dan bermanfaat bagi orang lain tidak hanya komunitas saja. Ia juga menegaskan, agar Radio Komunitas Assalam ini tidak boleh memasukkan iklan yang komersil, yang diboleh hanya seperti iklan layanan masyarakat. []

Zuhri Noviandi

Mungkin Anda Menyukai