Dunia Punya Google, Tiongkokpun Punya Baidu

GOOGLE, mendengar kata ini siapa kiranya yang tidak mengenal mesin penjelajah andalan dunia yang satu ini. Ekspansi Google yang sudah mengglobal di dunia akses internet, memberikan kemudahan disegala sisi bagi para penggunanya untuk berselancar menjelajah dunia maya tanpa batas. Bahkan juga bisa men-download berbagai software (perangkat lunak) yang dikehendaki baik dalam bentuk file maupun data.

Semenjak Google hadir untuk pertama kalinya pada 4 september 1998, yang diprakasai oleh Larry Page dan Sergey Brin,Google kini hadir nyata membantu berbagai sisi dalam kehidupan manusia. Banyak manusia bergantung akan kemampuannya didalam memenuhi keinginan para pengguna untuk berbagi maupun memperoleh informasi. Apalagi kini semakin waktu Google terus dikembangkan secara perlahan didalam menunjang kemampuannya untuk membuatnya menjadi semakin komplit di dunia akses internet.

Kedua penciptanya, disaat itu masih merupakan mahasiswa doktor pada Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Dengan usia muda yang masih segar mereka mencoba menciptakan sebuah akses yang condong ke asas manfaatnya. Inovasi-inovasi yang terus diwujudkan diberbagai lininya membuat pengguna semakin nyaman. Misalkan saja mahasiswa dapat mengakses data referensi perkuliahan tanpa harus mengunjungi perpustakaan disetiap waktunya. Begitupun bagi para pembaca yang lebih nyaman membaca berita atau artikel lewat media internet, dan kategori pengguna internet lainnya.

Sedang di Tiongkok semenjak pemerintahnya memblok Google dengan berbagai faktor, kini Baidu-lah yang menggantikan arti pentingnya di lingkungan layanan web masyarakat Tiongkok, dalam pemenuhan kebutuhan akses disetiap waktunya. Namun demikian, terkadang sekali-kali bisa diakses seperti biasanya dan terkadang tidak bisa sama sekali, kecuali www.google.com.hk miliknya Hong Kong.

Sama halnya dengan Google, Baidu juga merupakan mesin penjelajah yang memiliki fungsi yang sama layaknya Google yang kita kenal. Jika Google memiliki Google Translate, Google Map dan sebagainya maka begitu juga halnya yang ada pada Baidu, walaupun masih belum sekomplit apa yang ada pada Google dihari ini.

Membahas Baidu rasanya tak lengkap bila tak mengupas sedikit tentang sejarahnya, di samping berguna untuk menjadi pengetahuan. Baidu merupakan hasil karya cipta orang Tiongkok yang diperuntukkan untuk dikembangkan di negaranya sendiri. Didirikan pada Januari 2000, oleh Robin Li yang menyelesaikan studi bachelor-nya di Universitas Beijing pada jurusan Manajemen Informasi. Kemudian beliau mengakhiri studi master-nya di Suny Buffalo, Amerika Serikat pada Ilmu Komputer, sebelum akhirnya kembali lagi ke Tiongkok.

Baidu yang beralamatkan www.baidu.com didirikan di Zhongguancun, Beijing. Dengan ikon cakar beruang, bertuliskan Baidu yang terdiri dari dua perpaduan jenis tulisan yaitu latin di sisi kiri dan hanzi (karakter han/mandarin) di sisi kanan. Baidu Menawarkan berbagai fasilitas, termasuk mesin pencarian untuk situs web, file audio, dan gambar dalam aksara Mandarin. Hingga kini, masyarakat Tiongkok umumnya telah terbiasa menggunakan Baidu di dalam pemenuhan dunia akses internet sehari-harinya. Di samping membuat penggunanya lebih melek karena menggunakan bahasa sendiri.

Tak hanya Google, negara yang mencintai warna merah ini juga sudah memblokir jejaringan sosial semisal Facebook, Gmail, Yahoo, Youtube, dan sebagainya. Sehingga bila kita hendak mengakses ke alamat tersebut tentulah tidak akan pernah bisa lagi. Maka jangan heran, jika suatu saat anda menyempatkan datang ke sini, anda tidak bisa mengakses alamat-alamat tersebut dengan mudah layaknya di negara sendiri. Karena kondisi itu juga yang saya alami ketika awal-awal mula tiba di sini sebelum akhirnya terbiasa.

Meskipun begitu, kita masih bisa mengakali persoalan ini. Karena ada banyak software tambahan yang menawarkan kemampuan untuk dapat membantu kita menggunakan akses-akses yang diblok, ketika memang membutuhkannya. Software sejenis Browsec atau Freegate misalkan, kita bisa menginstall software ini bagi pengguna laptop. Sedang bagi pengguna ponsel kita bisa menggunakan software seperti VPN, Fqrouter, dan lainnya. Walaupun terkadang software ini sewaktu-waktu tidak berkerja dalam kemampuan yang baik.

Namun uniknya Hong Kong yang juga merupakan wilayah Tiongkok, jika berada di sana kita tidak perlu menggunakan softwaresoftware ini. Jadi kita dapat mengakses segala hal layaknya di negeri kita sendiri.

Penulis bernama Al-Zuhri, Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).  Penerima Beasiswa China Scholarship Council (CSC) dan sedang mengikuti program magister di Huazhong University of Science and Technology, Tiongkok.

Mungkin Anda Menyukai