Semeter Lahan Untuk Mauli

Sumberpost.com | Banda Aceh – Berbisnis bisa di mana saja. Asalkan, jeli melihat peluang. Saat ini, beberapa mahasiswa mencoba peruntungannya di kampus dengan berbisnis. Nur Maulida salah satunya.

Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Ilmu Perpustakaan ini melihat peraturan wajib asrama bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry sebagai peluang usahanya. Di gedung Kompas asrama putri, makanan yang ia jajakan di lahan selebar satu meter cukup laris.

Meski terletak di lantai tiga, tidak jarang pembeli dari lantai satu naik untuk membeli makanan yang di jual Mauli -panggilan akrab Nur Maulida-. “Ustadzah dan ukhti (pendamping ustadzah) juga pernah beli di sini,” ucapnya.

Ia memulai usaha sejak sebulan lalu. Niat untuk membuka usaha muncul setelah melihat kondisi dan kebutuhan mahasantri, yaitu makanan, karena mahasantri tidak di perbolehkan keluar saat malam hari.

“Pertama kita nggak boleh masak disini, jadi kita disini lapar. Saya ambil inisiatif untuk belanja walaupun sedikit, setidaknya bisa membantu diri sendiri dan kawan-kawan. Kan ada yang lapar ketika malam nggak ada makanan,” terang wanita berparas timur tengah ini.

Melihat adanya peluang, Mauli membuka usaha kecil-kecilan dengan bermodalkan Rp70 ribu. Ia menyediakan mie instan, pop mie, air mineral, makanan ringan dan juga pulsa.

Pun demikian, anak bungsu dari empat bersaudara ini terpaksa meminjam sepeda motor temannya saat berbelanja karena tidak memiliki kendaraan. Berjualan di asrama, tidak membuat gadis ini malu dan takut dengan ejekan, karena makanan yang ia jual halal.

Wanita kelahiran Takengon ini menggunakan pendatapan dari usahanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, “Juga untuk meringankan beban orangtuanya,” tutur Mauli.

Tidak sulit bagi Mauli untuk berdagang, karena terlahir dari keluarga pedagang. Selain itu, mahasiswi asal Takengon ini juga bergabung dalam UKK Resimen Mahasiswa UIN Ar-Raniry. []

Elsa Isnanda

Mungkin Anda Menyukai