Panglima TNI Sebut Krisis Energi Penyebab Konflik

Sumberpost.com | Banda Aceh – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, 70 persen konflik yang ada di dunia disebabkan oleh energi. Ia mencontohkan konflik yang berada di Libya, Mesir, Iran, Irak, dan Nigeria terjadi karena perebutan minyak di negara tersebut.

Menurut data yang diperoleh Gatot, pada 2011 sisa cadangan minyak dunia tinggal 45 tahun lagi, dan akan lebih cepat habis karena konsumsi energi meningkat 41 persen. Menurutnya, krisis energi menjadi ancaman serius bagi masyarakat internasional.

“70 persen konflik dunia berlatar belakang energi. Jadi waktu energi itu habis, wilayah yang akan jadi target selanjutnya ialah wilayah ekuator. Kesuburan wilayah ekuator bisa dicocok tanam sepanjang tahun. Indonesia salah satunya,” kata Gatot dalam kuliah umum di AAC Dayan Dawood, Jumat (18/9/2015). Hadir pula Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, jumlah penduduk yang semakin meningkat juga menjadi permasalahan. Dari data yang ditampilkan Gatot, pada 2011 penduduk di bumi sebanyak tujuh milyar, dan diprediksi pada 2018 mencapai delapan milyar.  Sedangkan normalnya, bumi hanya mampu menampung tiga sampai empat milyar.

“Jika penduduk semakin banyak dan energi semakin menipis, lalu orang mau makan apa? Apakah anak cucu kita masih layak hidup 28 tahun lagi? Makanya kita harus mikirin masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, krisis energi juga menyebabkan konflik internasional. Kini, ancaman bagi Indonesia ialah proxy war, perang yang menggunakan pihak ketiga sebagai lawan. Pada proxy war, kata Gatot, akan susah menebak kawan dan lawan.

“Untuk menyelamatkan Indonesia dari konflik energi, ada beberapa solusi. Pertama, Indonesia sebagai negara maritim dan agraris harus bisa menghemat energi dan mempertahankan kesuburan tanahnya. Selain itu, kita juga harus jaga kearifan lokal supaya tidak hancur dari dalam,” terangnya. []

Abd Hadi

Mungkin Anda Menyukai