Wartawan Harus Kuasai Bahasa Untuk Hadapi MEA

Sumberpost.com | Banda Aceh – Sebanyak 100 jurnalis media lokal maupun nasional di Provinsi Aceh mengikuti Seminar dan Lokakarya Jurnalistik yang membahas kesiapan pers dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kegiatan tersebut diadakan oleh Persatuan wartawan indonesia (PWI) Aceh, di Hotel Green Aceh, Banda Aceh, Sabtu (19/12/2015).

Sekretaris PWI Aceh yang juga ketua panitia kegiatan Aldin Nainggolan mengatakan, acara yang gelar hingga Minggu (20/12/2015) itu bertujuan untuk menguatkan kapasitas wartawan Aceh dalam memberitakan ekonomi.

“Wartawan harus bisa memberitakan hasil karya yang memiliki nilai jual pada masyarakat, sehingga masyarakat nantinya dapat terbantu ekonominya dan bersaing dengan masyarakat MEA lainnya,” tutur Aldin.

Di samping itu, Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman menyampaikan, terkait dengan MEA Indonesia bakal membuka peluang kerja bagi penduduk asing. Untuk itu, wartawan harus menguasai bahasa sebagai prioritas utama dalam persaingan MEA ke depan.

“Wartawan harus diberikan kursus bahasa, baik bahasa Ingris, bahasa Arab, Mandarin dan juga tidak melupakan bahasa daerah, kalau ini sudah dikuasai akan mudah dalam bersaing,” lanjut Tarmilin.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan dinas perhubungan, komunikasi, informasi, dan telematika (Dishubkomintel) Aceh, yang juga turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh T. Irwan Djohan. []

Aprizal Rachmad

Mungkin Anda Menyukai