Irwan Djohan Nilai Penggunaan APBA Belum Efisien

Sumberpost.com | Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Teuku Irwan Djohan menyebutkan, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) belum optimal disebabkan pemborosan dibeberapa item.

Irwan menyatakan, harus ada penghematan untuk APBA 2016. Ia khawatir, konflik horizontal antara masyarakat dan Pemerintah Aceh akan terjadi jika penggunaan APBA tidak efisien hingga era otonomi khusus (otsus) berakhir.

Dana otsus dan anggaran yang Provinsi Aceh terima dari pemerintah pusat cukup besar. Namun Pemerintah Aceh tidak menggunakan dana besar tersebut secara bijak, efisien, dan banyak pemborosan.

“Kalau sekarang belanja publik itu sekitar 55 persen, belanja aparatur 45 persen, seharusnya dengan komposisi APBA yang memiliki sumber terbesar dari dana otsus ini, untuk belanja publik bisa sekitar 65 atau 70 persen, untuk belanja rutin aparatur bisa sekitar 30 persen saja,” kata Irwan usai diskusi yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Unsyiah, Rabu (2/3/2016) sore.

Ia menyebutkan dana yang dinilai boros seperti dana pelatihan, dana kegiatan, dan dana perjalanan dinas, yang juga harus dirasionalkan. Selain itu, juga ada pengadaan yang tumpang tindih.

“Misalnya untuk suatu dinas sudah ada pengadaan alat tulis kantor (atk) sekian miliar, kemudian saat dinas tersebut buat kegiatan, ada lagi diambil anggaran untuk atk, itu tumpang tindih,” jelasnya. []

Abd Hadi F

Mungkin Anda Menyukai