SKI Gelar Seminar Daurah Sejarah

Sumberpost.com | Banda Aceh – Museum UIN Ar-Raniry dan Center for area studies (CfAS) bekerja sama dengan HMJ Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry mengadakan Seminar Daurah Sejarah di Aula Fakultas Adab dan Humaniora, Selasa, (29/3/2016).

Acara yang mengangkat tema Menguak Khazanah Masa Lalu itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Perwakilan Disbudpar Provinsi Aceh, Disbudpar Kota Banda Aceh, Majelis Adat Aceh (MAA), pemerhati sejarah, dosen, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh.

Pembicara dalam seminar itu, Hermansyah memaparkan sejumlah temuan-temuan perkembangan naskah kuno di Aceh, terutama naskah-naskah perang Aceh melawan Belanda.

“Penelusuran naskah-naskah Perang Aceh merupakan salah satu bagian dari kegiatan dalam memperingati perlawanan Aceh melawan Belanda sejak 143 tahun silam. Belanda mendeklarasikan pada dunia (Eropa) berperang dengan bangsa Aceh sejak 26 Maret 1873,” kata Hermansyah.

Hingga saat ini, kata Hermansyah, dirinya telah telah mengidentifikasi sedikitnya 83 manuskrip atau naskah baik prosa atau pun syair (hikayat), seperti Hikayat Prang Sabi. Dari jumlah tersebut, beberapa manuskrip ada di Aceh, dan selebihnya di luar negeri, terutama Leiden.

“Kita sudah identifikasi 83 Naskah, 71 bentuk syair atau hikayat dan sisanya bentuk prosa, itu naskah tentang perang Aceh periode Belanda,” ucap Herman yang juga mahasiswa program doktoral di Universitas Hamburg, Jerman.

Sementara itu, Ketua HMJ Prodi SKI FAH UIN Ar-Raniry, Fouzal Fahmi mengatakan, tujuan diselanggarakan seminar, sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap manuskrip Aceh, bahwa manuskrip itu adalah harga mati masyarakat Aceh.

“Alhamdulillah dengan ada acara yang mengangkat tipologi naskah naskah perang Aceh, mahasiswa semakin peduli terhadap manuskrip,” sebut Fouzal. []

Magang: Muhammad Fadhil

Mungkin Anda Menyukai