Bagaimana Rasanya Kehilangan?

SumberpostBlog – Beberapa malam setelah kejadian maha dahsyat itu, aku masih bisa tenang, tertawa, setidaknya belum tahu akan kesedihan. Memasuki 2005, barulah aku sadar. Mereka yang rohnya telah meninggalkan jasad tidak bisa kembali lagi. Tidak lagi hidup seperti layaknya kehidupan duniawi.

Mengingat kejadian itu hanya membuatku tersedu-sedan. Kesedihan membuncah. Aku kalah mental, memudahkan rasa sesal dan sedih datang. Membiarkan air mata mengalir. Memuaskan nafsu sesal. Berbulan-bulan mentalku tertekan. Jika petang berlalu, bulan muncul, dan udara mulai dingin, rasa itu datang seperti hantu. Selalu seperti itu pada bulan-bulan awal 2005.

Selengkapnya…

Tulisan dari blog Abdul Hadi Firsawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry

Mungkin Anda Menyukai