Cerpen: Rabu

SumberpostBlog – Rabu (Rasanya aku butuh uang). Hal yang terlintas beberapa kali setelah melihat kumis Ayah yang tipis di teras. Bibirnya terus naik turun, entah karna mengunyah roti tawar yang dibuatkan Syafiqa, sepupuku atau karna focus membaca koran yang baru ia terima subuh tadi.

Aku mengintipnya dibalik pintu menggoyang-goyangkan batang sapu di atas lantai yang sudah bersih.Tapi aku tak secenti pun bergerak. Sesekali ayah melihat ke arah depan. Seperti menunggu orang lewat mengumbar senyum manis. Sebenarnya ingin mendekat, tapi..

Selangkapnya…

Tulisan dari blog April Apriani, mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Mungkin Anda Menyukai