12 Tahun Tsunami, Masyarakat Diminta Waspada Bencana

Sejumlah peziarah Pemakaman Massal Tsunami, di Ulhe-Lheu (9/7)

Sumberpost.com | Banda Aceh – Ratusan warga Kota Banda Aceh memadati kuburan massal di Ulee Lheu, Banda Aceh, Senin (26/12/2016) pagi.

Mereka datang untuk menziarahi ribuan korban gempa dan tsunami yang dimakamkan di komplek tersebut pada saat Aceh diporak-poranda gelombang gergasi pada 12 tahun silam.

Menurut pantauan sumberpost.com, warga sudah mulai memadati kuburan tersebut sejak pukul 07.20 WIB. Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua datang silih berganti. Hingga tadi siang, kuburan tersebut masih ramai dikunjungi warga.

Selain warga, kuburan massal juga diziarahi oleh sejumlah unsur Forkopimda mulai dari Plt Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, Kajati, Kapolda dan sejumlah SKPA lainnya. Di tempat itu, juga dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Bukhari selaku imam Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Banda Aceh.

Setelah doa berlangsung, Plt Gubernur beserta unsur Forkopimda lainnya menabur bunga serta menyirami air pada salah satu makam yang ada di komplek tersebut. Kemudian, Plt Gubernur menuju Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu. Di sana merupakan tempat peringatan puncak 12 tahun bencana tsunami Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Soedarmo dalam sambutannya mengatakan, melalui momentum peringatan tsunami masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap bencana yang kerap melanda Aceh beberapa tahun terakhir Aceh ini.

“Aceh beberapa tahun terakhir sangat sering ditimpa bencana seperti banjir di Aceh Tenggara, Singkil yang hampir setiap tahun terjadi, kemudian gempa di Aceh Tengah pada 2012, kemudian longsor di mana-mana, dan baru-baru ini gempa di Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen,” ujarnya.

Soedarmo menilai, untuk menimalisir terjadinya bencana tersebut, maka harus ada perhatian khusus dari pemerintah Aceh dan Kabupaten untuk meningkatkan pelatihan-pelatihan kebencanaan.

“Pemerintah harus memikirkan ini dengan cara membuat konsep-konsep penyelamatan, dan memberi pelatihan-pelatihan untuk masyarakat supaya pada saat bencana datang masyarakat sudah tahu bagaimana langkah yang harus diambil,” pungkasnya.

Sementara itu, penceramah dalam acara tersebut Prof Farid Wajdi Ibrahim menyebutkan, dalam momentum peringatan tsunami ini masyarakat Aceh harus kembali bangkit dari segala sektor. Menurut Rektor UIN Ar-Raniry ini, pasca 12 tahun tsunami Aceh, sudah banyak perubahan terutama dalam pembangunan, namun hal tersebut perlu ditingkatkan lagi.

“Orang luar menyangka bahwa dengan tsunami Aceh kita semua akan stres atau gila, tapi tidak demikian, bisa kita lihat hari ini masyarakat Aceh tidak gila dengan musibah tsunami tersebut. Justru yang banyak gila sekarang yang pernah terlibat dalam pilkada yang berujung kalah,” ujar Prof Farid yang disambut gelak tawa oleh seribuan hadirin. []

Muhammad Fadhil | foto: Dok. Sumberpost