1317 Mahasantri Mengikuti Orientasi Makhad UIN Ar-Raniry

Sumberpost.com | Banda Aceh – Sebanyak 1317 mahasantri mengikuti acara orientasi makhad UIN Ar-Raniry di Mushalla Kompas, Sabtu (12/8/2017)

Acara Yang mengusung tema Membina Mahasantri Menuju Generasi Rabbani ini dilaksanakan untuk seluruh mahasantri angkatan V gelombang I tahun 2017-2018.

Kepala bidang Asrama Ma’had Al-Jami’ah Hendra mengatakan pada sambutannya dalam acara Orientasi Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah bahwa mahasantri 1317 yang telah melakukan check-in di tujuh itu ialah asrama putri IDB 1, asrama putri IDB 2, Kompas, Arun, SCTV, Yakesma, dan asrama putra Rusunawa tersebut wajib mengikuti agenda orientasi sampai dengan hari Minggu.

“Pada saat orientasi akan diisi dengan materi perihal keasramaan, akademik ma’had, motivasi karakter islami, dan motivasi berbahasa,” ujarnya.

Orientasi ini sangat berbeda dengan orientasi yang dilakukan di fakultas maupun ditingkat kampus. Hal ini dikarenakan orientasi dilaksanakan di dalam mushalla bukan dilapangan.

“Orientasi ini tidak sama seperti orientasi lain di tingkat apapun. Tidak ada panas-panasan dan tidak bermain di lapangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ia juga menambahkan bahwa pada pukul 03.00 Wib malamnya akan dilaksanakan shalat tasbih, shalat tahajud, sekaligus muhasabah diri, serta shalat subuh berjamaah.

“khusus pada malam senin seluruh mahasantri akan melaksanakan shalat maghrib berjamaah dengan mendatangkan Rektor Universitas setempat untuk memberikan motivasi sekaligus penutupan acara orientasi di mushalla Ma’had Al-Jami’ah”

Pada saat mulai orientasi, kepala UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Ar-Raniry, Nurchalis Sofyan membuka sambutannya mengenai manfaat hidup di asrama.

“Kita tinggal diasrama agar dapat mengenal dan memahami beraneka ragam tipe serta karakter teman-teman, membentuk karakter yang baik, dan membuat diri kita mampu. Dan juga mampu membuat orang lain mampu dalam suatu bidang,” ujarnya.

Kepala bidang akademik, Dedi Saputra menyebutkan ada enam program yang akan dijalankan oleh para mahasantri yaitu tahsin quran, conversation, muhadatsah, fiqh, mentoring, dan karakter. Adapun akumulasi nilai mencakup seluruh program akademik kecuali fiqh.

“Persentase tertinggi untuk mendapat predikat lulus dari asrama ialah mengikuti seluruh kegiatan di asrama, kedisiplinan, dan karakter yang akan dipantau oleh ustaz/ustazah di asrama. Sedangkan untuk mengambil sertifikat kelulusan asrama dengan cara menyelesaikan hafalan juz 30 Al-quran,” tegasnya.

Usainya langsung disambung dengan pemberian materi motivasi karakter islam oleh Maryudi. Ia sangat menginspirasi para mahasantri, sehingga semuanya mendengar dengan seksama dan ikut terbawa suasana oleh paradox of candy, the power of mother, dan lain hal yang disampaikan secara lugas.

Tak lupa diakhir, motivasi bahasa yang disampaikan oleh Kaprodi Bahasa Inggris T. Zulfikar ia menyampaikan bahwa kunci berbahasa adalah komunikasi.

Sarah Munira, mahasantri asrama IDB 2 mengatakan bahwa ia cukup menikmati kegiatan ini dengan sikap positif.

“Bagus sekaligus menarik. Karena dengan ini kita bisa tahu hal-hal baru yang terkadang dianggap sepele. Seperti manfaat berada di asrama itu sebenarnya seperti apa, dan lain sebagainya. Kegiatannya juga cukup seru kita bisa mendengarkan motivasi sekaligus inspirasi yang bisa merubah pola pikir kita yang salah,” ungkapnya. [hsa]

Magang: Nura Usrina

Mungkin Anda Menyukai