Keutamaan Bulan Muharram, Waktu Istimewa Untuk Mendekatkan Diri Kepada Pencipta

Sumberpost.com | Banda Aceh – Bulan Muharram, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, akan kembali menyapa umat Muslim. Bulan pertama dalam kalender Hijriah yang menyimpan banyak keutamaan dan nilai ibadah.

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 27 Juni 2025.

Bagi sebagian orang, Muharram mungkin hanya sekadar penanda awal tahun baru Islam. Namun bagi yang memahami makna dan keutamaannya, bulan ini adalah waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam Islam, bulan-bulan haram tersebut yaitu Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk dosa dan memperbanyak amal baik.

Keutamaan bulan Muharram dalam Islam mencakup beberapa aspek penting yang dihormati oleh umat Islam. Berikut adalah beberapa keutamaan utama bulan Muharram yang dikutip dari laman https://perpustakaan.uad.ac.id:

1. Awal Tahun Hijriah

Hal ini, dikarenakan bulan Muharram berkaitan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Mekah ke Madinah pada 622 Masehi, yang menjadi awal mula ditetapkannya 1 Muharam sebagai awal bulan Islam.

2. Bulan Haram (Suci)

Allah SWT memuliakan bulan ini, sebagaimana disebutkan dalam firmannya Surah At-Taubah ayat 36 yang artinya:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Di antara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan ini adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa karena diserang oleh kaum kafir.

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir rahimahullah mengutip penafsiran Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”

3. Anjuran Berpuasa

Puasa yang dianjurkan pada bulan Muharram ialah puasa Tasua dan Asyura. Puasa Asyura, merupakan puasa sunah yang disyariatkan agama. Pelaksanaannya pada hari Asyura yaitu tanggal 10 bulan Muharram. Puasa Asyura dituntunkan oleh Rasulullah SAW karena puasa di hari Asyura merupakan bagian dari warisan agama yang telah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim sebelum adanya perintah pelaksanaan bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk melaksanakan puasa Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram. Anjuran tambahan in diberikan sebagai pembeda dari kaum Yahudi yang juga melaksanakan puasa di hari Asyura.

Puasa Tasua dan Asyura serta puasa sunnah lainnya nilainya menjadi puasa yang paling mulia setelah Ramadhan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam.” (HR. Muslim)

4. Peringatan Sejarah

Hari Asyura adalah hari yang penting dalam sejarah Islam. Ini adalah hari di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israel dari Firaun dengan pembelahan Laut Merah. Hari ini juga diperingati oleh umat Islam untuk mengenang peristiwa-peristiwa penting lainnya yang terjadi pada bulan Muharram, termasuk peristiwa-peristiwa di masa Rasulullah dan setelahnya.

5. Waktu untuk Bersedekah dan Beramal Saleh

Bulan Muharram juga dikenal sebagai bulan di mana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan saleh, bersedekah, dan melakukan kebaikan kepada sesama. Ini mencerminkan semangat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Semoga kita umat Islam dapat menjadikan bulan Muharram sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas iman kita.[]

Reporter : Riska Amelia

Editor : Alya Ulfa