Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Sumberpost.com | Banda Aceh – Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Jika dalam kalender Masehi awal tahun dimulai dengan bulan Januari, maka penentuan awal tahun Hijriah dimulai dengan bulan Muharram.
Bulan Muharram dikenal sebagai “Bulan Allah” (Syahrullah), dan termasuk ke dalam empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan karena pahala dari setiap amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Sebaliknya, dosa sekecil apapun yang diperbuat juga akan dilipatgandakan.
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan:
“Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari dua belas bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa di samping melipatgandakan perbuatan baik.”
Untuk itu, sebaiknya kita lebih bijak dalam memilih kegiatan di bulan yang penuh keberkahan ini. Akan lebih baik jika waktu yang ada diisi dengan amal ibadah. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan:
- Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura
Puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Secara khusus, puasa Asyura yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan besar, yaitu menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Karena kaum Yahudi juga berpuasa pada hari Asyura, maka umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sehari sebelumnya, yakni pada tanggal 9 Muharram, yang disebut puasa Tasu’a, sebagai bentuk pembeda.
Niat puasa Tasu’a (9 Muharram):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma Tasu’ā’a sunnatan lillāhi ta’ālā”
Artinya: “Aku berniat puasa Tasu’a, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Asyura (10 Muharram):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ‘Āsyūrā’a sunnatan lillāhi ta’ālā”
Artinya: “Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”
- Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang dianjurkan kapan saja, termasuk di bulan Muharram. Kita bisa menyisihkan waktu untuk membaca, sekaligus memahami makna ayat-ayat yang dibaca melalui tafsir para ulama. Dengan begitu, iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT akan semakin meningkat.
Selain sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an juga kelak akan menjadi penolong bagi pembacanya di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Kelak di hari kiamat, Al-Qur’an akan datang, seraya memohon kepada Allah: Ya Rabb, pakaikanlah kemuliaan kepadanya. Maka dipakaikanlah mahkota kemuliaan. Lalu Al-Qur’an berkata lagi: Ya Rabb, tambahkanlah. Maka diberikanlah pakaian kemuliaan. Kemudian berkata lagi: Ya Rabb, ridhailah dia. Maka Allah pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an: Bacalah dan naiklah, karena setiap ayat akan menambah satu kebaikan.” (HR. Tirmidzi)
- Berdoa dan Berdzikir
Doa dan dzikir merupakan bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Sang Pencipta. Amalan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dengan banyak berzikir, kita senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap waktu dan keadaan, dan hati pun menjadi lebih tenang. - Bersedekah
Bulan Muharram adalah bulan yang penuh keberkahan. Setiap amal kebaikan yang dilakukan, termasuk bersedekah, akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Amalan Lain
Selain empat amalan utama di atas, ada juga amalan lainnya yang bisa kita lakukan, seperti:
- Menyambung silaturrahmi
2. Berziarah ke makam ulama
3. Menjenguk orang sakit
4. Memperbanyak membaca surat Al-Ikhlas
Bulan Muharram adalah kesempatan istimewa yang Allah SWT berikan kepada kita untuk memperbanyak amal baik sebagai bekal akhirat, sekaligus memperbaiki hubungan kita dengan-Nya. Amalan yang dilakukan di bulan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga diganjar pahala berlipat ganda.
Maka, mari manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Awali tahun Hijriah untuk menjadi hamba yang lebih taat dan lebih dekat kepada Allah SWT.[]
Reporter : Faiza Humaira
Editor : Alya Ulfa
