Sufardi NZ, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Yang Raih Medali Emas di POMDA 2025

Sumberpost.com | Banda Aceh – Meraih medali emas di Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Aceh XIX bukanlah sebuah angan bagi Sufardi NZ, mahasiswa kelahiran tahun 2006. Tapi sebagai keputusan yang di ambil sejak awal, Banda Aceh, Minggu (29/06/2025).

Langkah Sufardi mengikuti kompetisi daerah ini bukan sebatas partisipasi. Tapi perjuangan untuk merebut kemenangan.

“Luar biasa, tekanan tinggi tapi dari sana saya belajar bahwasanya kerja keras yang konsisten bahkan tanpa jaminan hasil, tetap akan menemukan jalannya sendiri. Itu saya buktikan di atas matras,” ujarnya.

Ada yang unik menurut Sufardi pada POMDA kali ini. Keterbatasan dana akibat kebijakan efesiensi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry jadi hal yang tak biasa para atlet. Berlatih fisik dan mental ditengah tekanan dana dan keinginan untuk bersinar di event mahasiswa tingkat daerah ini membuat tekad nya untuk menang semakin kuat.

Keberangkatan atlet UIN Ar-Raniry kali ini bukan karena ada dan tidak ada dana. Tapi seberapa kuat tekad mereka untuk maju ditengah keterbatasan. Menurut Sufardi, menjadi atlet harus berani melaju merambas rintangan. Ia juga percaya justru usaha yang dibayar sendiri rasanya lebih mahal.

Mendapat medali emas di event perdananya membuat Sufardi memperoleh pengalaman paling berkesan dan penuh tantangan. Bukan hanya segi lawan. Tapi kondisi persiapan yang sangat terbatas.

“Keterbatasan fasilitas, jadwal padat, atmosfer kompetensi yang intens. Tapi justru itu yang membuat pertandingan kali ini punya nilai mental bukan hanya fisik,” sebutnya.

Kemenangan bagi Sufardi bukan ditentukan di arena pertandingan, tapi dari bagaimana berlatih saat tidak dilihat siapa-siapa. kemampuannya rutin di asah hampir setiap hari hingga menjelang POMDA 2025.

Sufardi merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Ar-Raniry. Dengan prestasi yang diraih di event pertamanya ini, ternyata ia baru bergabung secara resmi di tempat latihan taekwondo saat kuliah.

Ia mengaku tertarik dengan olahraga Taekwondo semenjak Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan memutuskan untuk latihan otodidak sejak itu. Ia melihat teakwondo bukan sekedar bela diri, tapi seni untuk mengendalikan tubuh.

“Ini bukan soal kekuatan semata, taekwondo itu melatih disiplin, reflek dan strategi,” pungkasnya.[]

Reporter : Rauzatul Jannah

Editor : Alya Ulfa