Muhammad Wildan Borong 4 Medali Emas POMDA 2025 Wakili UIN Ar-Raniry, Begini Kisah Inspiratifnya

Sumberpost.com | Banda Aceh – Sunnah Rasulullah menjadi salah satu alasan Muhammad Wildan Mukhalladun menekuni olahraga panahan. Pria kelahiran Banda Aceh, 10 Juni 2005 ini telah menggeluti dunia panahan sejak sekolah menengah pertama (SMP) Banda Aceh, Minggu, (29/06/2025).

Salah satu anggota keluarga wildan merupakan atlet panahan. Hal ini kemudian membuatnya mengikuti jejak tersebut. Latihan yang dilaksanakan sejak SMP belum konsisten. Bahkan Wildan sempat menghadapi momen stop latihan untuk beberapa waktu. Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) kali ini menjadi alasan ia debut kembali ke dunia panahan setelah sempat berhenti dalam waktu dua tahun.

Medali yang diraih Wildan juga beragam. Dari berbagai event daerah, diantaranya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Olahraga Aceh (PORA), Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) dan lainnya. Ditambah momen POMDA 2025 kali ini, ia sukses meraih empat medali emas dari cabang panahan compound putra.

Penampilan perdana Wildan setelah istirahat dua tahun membuatnya kembali merasakan suasana yang ia alami beberapa tahun lalu saat mengikuti kempetensi.

“Lebih menonjol mungkin experience atau feel yang dulu pernah ada, kembali dirasakan lagi kali ini,” ujarnya.

Bahkan untuk mencapai prestasi gemilang kali ini Wildan masih sedikit ragu lantaran telah berhenti latihan dalam waktu yang lumayan lama. Lebih diluar dugaannya lagi, skor yang ia dapat saat POMDA 2025 di atas skor yang ia dapatkan saat latihan.

“Alhamdulillah sudah ditargetkan, cuma agak sedikit ragu karna porsi latihan yang minim ditambah lagi sedikit gak nyangka skor pas tanding lebih tinggi daripada skor latihan,” katanya.

Karena prestasi gemilang yang ia capai pada ajang kali ini, Wildan mendapat kesempatan emas untuk kembali bertanding di tingkat nasional pada Pekan Olahraga Nasional (POMNAS) mendatang.

Wildan berharap Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sebagai instansi yang diwakilinya untuk bertanding memperhatikan kebutuhannya. Baik dari segi persiapan fisik dan dana. Ia juga mengaku menghabiskan banyak dana pribadi untuk persiapan POMDA kali ini lantaran kebijakan efesiensi kampus yang membuat seluruh kebutuhannya tidak di cover secara keseluruhan.

“Jujur senang, merasa diri lebih berguna dari sebelum ini karena gaada buat prestasi apapun selama kuliah. Harapan terbesar sebenarnya kampus menyediakan bonus guna menutupi uang alat-alat yang saya pinjam dari pelatih, atau tidak sekurang-kurangnya kalau tidak ada bonus diganti ke UKT,” pungkasnya. []

Reporter: Rauzatul Jannah

Editor: Riska Amelia