Puasa Tasu’a dan Asyura? Ini Penjelasan dan Tata Caranya
Sumberpost.com | Banda Aceh – Tidak semua hari dalam hidup memiliki kekuatan untuk menghapus dosa-dosa setahun lalu. Tapi hari Asyura atau 10 Muharram adalah salah satunya. Diriwayatkan dalam banyak hadits, Rasulullah Saw. menganjurkan puasa di hari ini sebagai wujud Syukur atas diselamatkan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun, sekaligus momentum taubat bagi umat Muhammad.
Kapan Waktu Puasa Asyura?
Berdasarkan penanggalan Hijriah 1447 H, Tasu’a atau 9 Muharram jatuh pada hari Sabtu, tanggal 5 Juli 2025, sedangkan Asyura jatuh pada hari Minggu, tanggal 6 Juli 2025. Mengacu pada hadits sahih, Rasulullah SAW bersabda:
“jika aku hidup sampai tahun depan, aku akan berpuasa pada tanggal Sembilan juga.” (HR. Muslim)
Hal ini menjadi dasar anjuran menggabungkan puasa Tasu’a dan Asyura sebagai bentuk penyelisihan terhadap kaum Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke-10 saja.
Niat dan Tata Cara Puasa:
1. Niat dalam hati sebelum terbit fajar. Berikut Niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”
2. Sahur tetap disunnahkan meski puasanya tidak wajib. Rasulullah Saw. bersabda: “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
3. Buka Puasa dilakukan saat matahari terbenam (waktu Maghrib), doa yang dibaca sama dengan doa buka puasa pada umumnya.
4. Tidak Wajib bagi Semua seperti Orang yang sakit, dalam perjalanan, atau wanita haid/nifas boleh tidak berpuasa, tanpa kewajiban mengganti.
Boleh Hanya Puasa 10 Muharram Saja?
Boleh, namun lebih utama jika di gabungkan dengan Puasa Tasu’a. Bahkan Sebagian ulama menambahkan 11 Muharram sebagai bentuk kehati-hatian.
Tingkatan puasa Asyura:
1. 9, 10, dan 11 Muharram, Paling afdhal.
2. 9 dan 10 Muharram, Dianjurkan.
3. 10 Muharram saja, tetap sah dan tetap berpahala besar puasa ini bukan semata ritual. Ini adalah ruang hening yang ditawarkan Allah di awal tahun hijriah, agar kita menata kembali niat, kembali jujur dan percaya bahwa tak ada maksiat yang lebih besar dari kasih sayang-Nya. []
Reporter: Nurul Azkia
Editor: Riska Amelia
