HMP IP Edukasi Peluang Karir di Bidang gGenerative AI

Sumberpost.com | Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (HMP IP) dan Informasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry berhasil menyelenggarakan webinar bertajuk ” Lulusan Informasi Kerja di Bidang Generative AI? Emang Bisa?”. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 16.00-18.00 WIB.

Acara ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa internal dan eksternal UIN Ar-Raniry. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Adab dan Humaniora, Nazaruddin, M.LiS, serta Wakil Dekan III, Hermansyah, M.Th., M.Hum.Pada acara ini, Zanjabila, sebagai ketua panitia acara, memberikan kata sambutan yang menyatakan “webinar ini hadir untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang praktis mengenai Generative AI serta peluang berkarier di bidang tersebut.”

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa yang diwakili oleh Gustiara menegaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk memperluas wawasan peserta tentang peluang karier di bidang AI, khususnya Generative AI.

“AI bukan lagi konsep masa depan, melainkan realitas yang sudah mengubah berbagai industri. Lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi memiliki peluang untuk berkarier di bidang ini”, ujarnya.

Hermansyah, M.Th., M.Hum, Wakil Dekan III, menambahkan dalam sambutannya bahwa penting mahasiswa memanfaatkan acara semacam ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Acara ini menghadiri, Rachmat Arriz Saputra B.hsc, seorang Generative AI Annotator di Covalen, Irlandia, yang memaparkan secara detail tentang perannya sebagai AI annotator. Dalam paparannya, Rachmat menjelaskan bahwa pekerjaan sebagai AI Annotator ini melibatkan peninjauan dan pelabelan konten, seperti teks, gambar, audio, dan video, untuk membantu melatih dan meningkatkan kualitas kecerdasan buatan generetive.

“Tugas utamanya adalah memastikan bahwa jawaban yang diberikan AI relevan, akurat, dan sesuai konteks agar AI dapat memahami dan merespons dengan lebih baik,” ujarnya.

Beliau juga membagikan contoh penanganan permintaan berbahaya dari pengguna, seperti pertanyaan tentang tindakan kriminal, dengan memastikan bahwa AI tidak memberikan respons yang tidak pantas. “sebagai Generative AI Annotator, harus mengikuti seperangkat panduan yang telah diberikan, sehingga tidak mengabaikan aturan yang ada,” tambahnya.

Rachmat menekankan bahwa penting adanya kemampuan analitis, komunikasi, dan konsistensi dalam bekerja. Ia juga memberikan tips praktis, seperti penyusunan CV yang baik, resume serta portofolio yang baik, pembangunan jaringan profesional, seperti LinkedIn serta pengumpulan portofolio dari proyek-proyek terkait data. Selain itu, Rachmat juga menegaskan bahwa, “Mahasiswa perlu menyiapkan CV yang rapi dan terstruktur, serta aktif dalam membangun jaringan profesional, seperti melalui LinkedIn. Pengalaman kerja, meskipun melalui magang, karena itu sangat berharga untuk memberikan kesan positif kepada perekrut.”

Webinar ini berlangsung interaktif dan antusias para peserta pada sesi tanya jawab. Peserta menanyakan berbagai hal, mulai dari keterampilan yang dibutuhkan, langkah praktis memulai karier di bidang AI, hingga mengenai sistem kerja AI itu sendiri. Rachmat menjawab setiap pertanyaan dengan antusias, memberikan penjelasan yang detail dan berbagi pengalaman pribadi yang relevan, sehingga peserta dapat lebih memahami dunia Generative AI. [Rel]