Dinamika Fakultas Psikologi UIN Ar- Raniry dari Tahun ke Tahun, Pantaskah Disebut Problematik?
Sumberpost.com | Banda Aceh – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry resmi berdiri pada tahun 2014 sebagai bagian dari transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN berdasarkan Perpres No. 64 Tahun 2013. Fakultas ini mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2014/2015 dengan Program Studi Psikologi (S.Psi) sebagai salah satu dari 12 prodi baru yang diresmikan oleh Dikti dan Diktis. Bersama Fakultas Ekomomi Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Psikologi menjadi fakultas baru yang dilahirkan sebagai respons terhadap tuntutan akademik pasca-perubahan status kelembagaan.
Namun, gagasan pendirian Prodi Psikologi sebenarnya telah muncul sejak 1997 oleh Prof. Dr. Safwan Idris, MA yang saat itu menjabat sebagai Rektor IAIN Ar-Raniry. Ia mengirim tiga mahasiswa ke UAD Yogyakarta dan mendorong dosen melanjutkan studi ke Magister Psikologi sebagai persiapan pendirian prodi. Upaya ini diteruskan oleh Prof. Dr. Farid Wajidi Ibrahim, MA hingga resmi terbentuk.
Kini, tak dapat disangkal bahwa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry mengalami berbagai permasalahan dari tahun ke tahun yang terekam jelas dalam jejak digital. Mulai dari 2019 silam, ketika Dekan Fakultas Psikologi Prof Dr Eka Srimulyani mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini memicu aksi unjuk rasa didepan gedung rektorat oleh mahasiswa Fakultas Psikologi, bahkan ketua alumni turut serta dalam aksi tersebut.
Dilansir dari serambinews.com bahwa mahasiswa menganggap, mundurnya Prof Eka dari jabatan ada alasan tertentu yang tidak dibuka kepada publik, meski Prof Eka secara terbuka sudah menyampaikan di hadapan mahasiswa bahwa dia mengundurkan diri karena akan melakukan penelitian ke luar negeri dalam waktu yang lumayan lama. Namun, mahasiswa sepertinya tak percaya hal itu. Oleh sebab itu mereka menggelar aksi menyampaikan aspirasinya kepada pihak rektorat. Tak lama setelah Prof Eka mengundurkan diri, Ketua Prodi Fakultas Psikologi juga ikut mengundurkan diri, ditambah beberapa dosen lainnya yang juga mengundurkan diri dari jabatan-jabatan struktural di fakultas itu.
Namun dalam laporan dari Ajnn.net, Wakil Rektor III UIN Ar Raniry, Dr Saifullah, menegaskan bahwa Prof Eka berhenti bukan karena diundurkan atau dipecat, tetapi yang bersangkutan mengundurkan diri sesuai keinginan sendiri. Saifullah menyampaikan, Profesor Eka mengundurkan diri karena yang bersangkutan telah lulus untuk kegiatan penelitian di luar negeri, dan ia lebih memilih ke sana ketimbang tetap bertahan sebagai dekan.
Dalam redaksi Sumberpost.com pada 29 Juni 2021 Fakultas Psikologi juga pernah mengalami kebakaran yang menghanguskan barang-barang bekas, seperti meja, kotak, papan tulis, kertas, kaca dan barang bekas lainnya yang dikumpulkan oleh cleaning service. Sehingga mengakibatkan kerugian materi jika barang-barang tersebut dinilai secara ekonomi. Musibah tersebut terjadi pada pukul 11.55, Minggu (27/6/2021) yang pada saat itu belum diketahui apa penyebab timbulnya api, diperkirakan terjadi karena konsleting arus listrik, puntung rokok, atau ada orang lain yang tidak sengaja melakukannya.
Selanjutnya, pada 01 Desember 2023 kompasiana.com menyoroti kepemimpinan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) Psikologi UIN Ar-Raniry periode ini menuai kontroversi akibat minimnya transparansi, dugaan penyimpangan dana kegiatan Temu Ramah Psikologi (TERAPI), pemberhentian acara Hippocampus secara tiba-tiba, serta pengunduran diri Ketua DEMA-F Ahmad Maulana Kamal yang membingungkan karena kembali menjabat tanpa klarifikasi yang jelas, situasi ini diperparah oleh ketidaktegasan Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) dalam menanggapi isu, sehingga memicu gelombang kekecewaan dan ketidakpercayaan mahasiswa terhadap Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).
Permasalahan kembali muncul pada (2/08/2024) dalam redaksi Sumberpost.com saat pemindahan akademik Psikologi ke asrama putri IDB 1 menuai kontroversi karena dianggap mendadak dan tanpa sosialisasi yang jelas, memicu ketidaknyamanan mahasantri serta kebingungan ORMAWA, sementara pihak rektorat menyatakan pemindahan telah disampaikan dalam rapat, meski SEMA menyebutkan lokasi tidak pernah dijelaskan secara spesifik.
Beberapa bulan kemudian, pada (5/11/2024) dalam redaksi Sumberpost.com SEMA Psikologi keluhkan kurangnya partisipasi mahasiswa Fakultas Psikologi dalam memberikan aspirasi kepada SEMA, sehingga mereka kesulitan dalam merencanakan tindak lanjut dan merasa kebingungan karena hanya mendapat 8 responden dari ratusan mahasiswa yang ada.
Masalah lainnya muncul terkait ketidakjelasan status gedung fakultas mereka yang terus berpindah-pindah tanpa kepastian, karena gedung lama akan digunakan untuk visitasi Fakultas Kedokteran dan belum ada kepastian apakah gedung lama akan dikembalikan setelah visitasi, (7/112024) Sumberpost.com. Mahasiswa mengkritik ORMAWA yang dinilai kurang menyuarakan kepentingan mahasiswa secara tegas.
Di sisi lain, pihak ORMAWA mengaku telah berupaya mempertanyakan kejelasan kepada dekan dan rektor, namun tidak mendapat jawaban pasti. Mereka juga menyebut keterbatasan komunikasi terjadi karena kesibukan kegiatan luar kampus, serta surat edaran yang baru diterima terlambat setelah keputusan dibuat.
Baru-baru ini juga, tepatnya pada 12 Juli 2025 musibah kembali menimpa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Gedung Fakultas yang baru rampung tahun 2024 mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin kencang, menyebabkan separuh kaca pecah. Meski tidak ada korban karena mahasiswa tengah libur, pihak kampus melalui PPK UIN, Yasser Arafat, menyatakan bahwa perbaikan segera dilakukan oleh pihak penyedia karena masih dalam masa tanggung jawab.
Rangkaian peristiwa tersebut mencerminkan dinamika panjang yang dihadapi Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry sejak awal berdiri. Mulai dari masalah struktural, kepemimpinan, hingga sarana dan prasarana, menunjukkan perlunya perhatian serius dari berbagai pihak. Diperlukan komunikasi yang terbuka, partisipasi aktif mahasiswa, serta ketegasan pihak kampus agar Fakultas Psikologi dapat berkembang secara stabil dan berkelanjutan.[]
Reporter: Riska Amelia
Editor : Aininadhirah
