BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Angin, Mahasiswa Wajib Waspada Hal Berikut!
Sumberpost.com | Banda Aceh – Dikutip dari laman, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Banda Aceh, hingga 21 Juli 2025. Mahasiswa diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan (20/07/2025).
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Kelvin dan Rossby, serta pemanasan lokal yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif. Akibatnya, wilayah pesisir dan dataran rendah berpotensi mengalami angin dengan kecepatan mencapai 5 hingga 35 km per jam. Sejumlah wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, hingga Aceh Timur.
Angin kencang berpotensi menumbangkan pohon, papan reklame, serta merusak bangunan ringan. Karena itu, mahasiswa yang tinggal atau beraktivitas di kawasan terbuka diminta untuk menghindari berada di bawah pohon besar atau struktur yang mudah roboh, serta mengurangi kegiatan luar ruangan saat angin mulai terasa kencang.
Dilansir dari BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berikut langkah-langkah bijak yang dapat dilakukan untuk menghadapi potensi angin kencang:
1. Pantau informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi seperti BMKG agar mengetahui perkembangan terbaru terkait potensi cuaca ekstrem.
2. Hindari aktivitas luar ruangan saat angin kencang terjadi atau diperkirakan akan terjadi. Jika sedang berada di luar, segera cari tempat aman untuk berlindung.
3. Kenali tempat perlindungan yang aman, seperti bangunan permanen yang kokoh atau ruangan di dalam rumah yang tidak banyak bukaan.
4. Siapkan perlengkapan darurat, termasuk senter, baterai cadangan, obat-obatan, air minum, dan makanan siap saji untuk kondisi darurat.
5. Tetapkan titik kumpul keluarga atau teman sebagai langkah evakuasi jika terjadi kerusakan bangunan atau situasi darurat.
6. Pahami rute dan prosedur evakuasi yang berlaku di lingkungan tempat tinggal, kampus, atau kos.
7. Periksa kondisi bangunan, terutama bagian atap dan benda yang tergantung di luar rumah atau asrama agar tidak membahayakan saat tertiup angin.
8. Hindari menyebarkan informasi hoaks, dan pastikan hanya membagikan berita dari sumber resmi atau pemerintah daerah.
9. Simpan nomor darurat, seperti BPBD, pemadam kebakaran, dan rumah sakit terdekat, agar dapat segera dihubungi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Mahasiswa diimbau untuk lebih waspada dan sigap menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu ini. Kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap keselamatan pribadi serta lingkungan sekitar menjadi hal yang penting dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem di Banda Aceh. []
Reporter: Zulfan Arifin
Editor: Riska Amelia
