Benarkah Setiap Kali Kita Gunakan Chatbot, AI Menghabiskan Air? Ini Ulasannya
Sumberpost.com | Banda Aceh – Dilansir dari British Broadcasting Corporatio (BBC) dan laporan Universitas California, kecerdasan buatan seperti Chatbot ternyata membutuhkan konsumsi air dalam proses operasionalnya. Air digunakan untuk mendinginkan data center atau pusat penyimpanan server yang menjalankan sistem AI seperti ChatGPT dan layanan sejenisnya.
“Dikutip dari CNBC Indonesia, menurut Altman, satu kueri ChatGPT menghabiskan sekitar 0,000085 galon air atau setara seperlima belas sendok teh. Jumlahnya memang kecil, namun akan menjadi signifikan jika diakumulasikan dengan miliaran kueri yang dilakukan setiap hari.”
Laporan dari Generative AI Newsroom menyebut bahwa pelatihan model AI besar seperti GPT-3 pernah menghabiskan sekitar 700 ribu liter air untuk menjaga suhu server tetap stabil. Sementara itu, Google juga dilaporkan menggunakan lebih dari 29 miliar liter air untuk mendinginkan pusat data mereka selama tahun 2023.
Dalam ulasan yang dikutip dari GovTech, satu sesi penggunaan Chatbot AI setara dengan 500 mililiter air jika dilakukan dalam 20 hingga 50 kali tanya jawab. Penggunaan masif seperti ini dikhawatirkan menambah beban terhadap sumber air bersih, terutama jika pusat data berada di wilayah rawan kekeringan.
Beberapa perusahaan teknologi kini mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi pendingin ramah lingkungan seperti sistem sirkulasi tertutup atau pendinginan berbasis udara. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi jejak lingkungan dari layanan AI yang semakin mendominasi ruang digital.
Para peneliti dan pemerhati lingkungan menyerukan transparansi lebih dari perusahaan teknologi mengenai penggunaan air dalam operasional AI. Dilansir dari Medium, langkah sadar dan efisien terhadap konsumsi air dapat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan keberlanjutan di era kecerdasan buatan. []
Reporter: Zulfan Arifin
Editor: Riska Amelia
