DEMA Psikologi UIN Ar-Raniry edukasi siswa tentang adiksi di MAN Rukoh

DEMA Psikologi UIN Ar-Raniry Ajak Generasi Muda Hindari Adiksi

Sumberpost.com | Banda Aceh-Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) Psikologi Universitas Islam negeri (UIN) Ar-Raniry berkolaborasi dengan Komunitas YATTA.IMPACT lakukan kegiatan edukasi bertajuk ASAP NALAR: Medan Tempur Nalar Anak Muda di Era Adiksi Visual. kegiatan ini berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banda Aceh (31/07/2025).

diskusi ini diikuti oleh siswa-siswa MAN Banda Aceh , kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan literasi kritis dan kesadaran remaja terhadap isu adiksi visual serta krisis nalar generasi muda. lingkup materi yang disampaikan meliputi ‘Sadar, Sehat, dan Merdeka dari Candu’.

Junaidi, IB.S.Ag., M.Si,Kepala MAN 3 Banda Aceh dalam sambutnyanya menyampaikan apresiasi sekaligus urgensi edukasi ini.

“Judul ASAP NALAR sangat relevan. Di tengah banjir informasi dari berbagai sisi, banyak peringatan yang tak kita masukkan ke dalam hati, bahkan jarang kita logikakan. Kami sangat mengapresiasi DEMA-F Psikologi UIN Ar-Raniry atas inisiatif ini. Harapannya, acara ini bisa membentuk kesadaran yang mengarah pada perubahan perilaku anak-anak kita, menuju generasi emas harapan bangsa.” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muslim, M.Si dalam sambutanya sekaligus membuka acara secara resmi menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital yang penuh disrupsi.

“Kegiatan ini merupakan hasil dari MoU antara Dema-F Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan komunitas YATTA.IMPACT. Judulnya sangat relevan dengan kondisi saat ini. Teknologi berkembang cepat, dan tergantung pada kita bagaimana menggunakannya. Budaya merokok sambil ngopi yang kuat di Aceh juga perlu direfleksikan ulang. Rokok adalah contoh nyata kebiasaan yang menguras uang dan berdampak pada masa depan.” paparnya

Cut Rizka Aliana, S.Psi., M.Psi, salah seorang narasumber inspiratif dalam sesi edukasi yang juga seorang psikolog, membawakan materi berjudul “Hidup Tenang Tanpa Rokok: Jaga Mentalmu, Jauhi Rokok”


dalam pemaparanya, Cut menekankan pentingnya kesehatan holistik yang mencakup lima lapisan utama manusia, meliputi fisik, energi, emosi, mental, dan spiritual.

“Setiap lapisan tubuh butuh ‘asupan’ tubuh fisik butuh makanan, emosi butuh hubungan sehat, energi butuh olahraga, dan sebagainya. Ketika salah satu rusak, keseimbangan terganggu. Rokok bukan hanya merusak fisik, tapi juga menimbulkan konflik batin dan justifikasi mental seperti ‘banyak kok yang ngerokok tapi sehat’—ini adalah ilusi yang membahayakan,” ujarnya.

ia juga menyampaikan urgensi generasi muda untuk memperhatikan setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh. disaat yang bersamaan pula, tubuh juga harus diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup.


“Orang yang sadar adalah orang yang sehat. Mari isi tubuh kita dengan yang baik, seperti tidur cukup, makan sehat, dan menjauhi zat berbahaya. Rokok bukan hanya merusak diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita.”

Cut juga berharap generasi muda, khusunya siswa MAN Rukoh dapat menjadi pribadi yang memiliki kesadaran akan menjalani hidup dengan baik.

“Kami berharap adik-adik semua bisa mulai mengenali diri sendiri, lebih sadar akan pilihan hidup, dan berani menjauhi kebiasaan yang merusak. Jadilah generasi yang bukan hanya cerdas, tapi juga sehat secara utuh. fisik, mental, dan sosial,” pesan Cut Rizka.

Mhd. Hafiz Daniel, perwakilan Komunitas YATTA.IMPACT, menyampaikan materi bertema “Adiksi vs Kognisi: Jalan Pulang dari Kecanduan Menuju Kesadaran”.


Hafiz menjelaskan bagaimana adiksi, baik rokok, layar, atau perilaku impulsif lainnya merusak proses berpikir jernih dan melemahkan fungsi kognisi.

“Kita sering tidak sadar bahwa kebiasaan kita terbentuk oleh lingkungan visual dan sosial yang kita konsumsi setiap hari. Tapi kabar baiknya, kita bisa berubah,” ujarnya.

selain itu, Hafiz turut memberikan alternatif kegiatan-kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk menghindari adiksi.


“Caranya adalah dengan mencoba hal-hal baru yang positif. Gabung ekskul, ikut volunteering, lomba, konsisten dengan hobi yang sehat, dan cari lingkungan pertemanan yang positif. Saat kita sibuk dengan hal-hal yang membangun, pelan-pelan kita akan lepas dari candu yang merusak.” pungkasnya.

Acara “ASAP NALAR” menjadi ruang yang bukan hanya informatif, tapi juga inspiratif. Diskusi berlangsung hidup, dan para peserta aktif bertanya serta berbagi pandangan. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan keinginannya untuk mulai berhenti merokok dan mengurangi kecanduan layar setelah mengikuti sesi tersebut.[]

.