Kisah Raja Munandar Lolos BSI Scholarship, Ini Pengalamannya!
Sumberpost.com|Banda Aceh- Salah satu Mahasiswa dariFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, jurusan Ilmu Ekonomi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Raja Munandar berhasil menjadi salah satu awardee BSI Scholarship pada tahun 2023. Pada kesempatan ini Raja berbagi pengalaman dan tips lolos beasiswa bergengsi dari Bank Syariah Indonesia ini.
Raja mengaku mendapatkan informasi tentang beasiswa inidari media sosial.
“Sebelumnya saya merupakan salah satu penggiat beasiswa dengan memanfaatkan informasi media sosial dan kebetulan informasi yang saya dapatkan mengenai beasiswa ini melaluiInstagram. Dan apa yang membuat saya yakin dengan program beasiswa ini, BSI Scholarship sendiri merupakan salah satu program unggulan Bank Syariah Indonesia. Maka dari hal tersebut saya sangat yakin bahwa program beasiswa ini sangat bermanfaat bagi para awardee-nya.”
Saat ditanya tentang persiapan yang harus dilakukan sebelum mendaftar, Raja menyarankan agar calon pendaftar menyiapkan dokumen penting sejak jauh hari.
“Secara berkas sendiri nanti para awardee yang akan mendaftar diharuskan mengisi form yang diberikan oleh pihak BSI Scholarship. Di dalam form tersebut ada beberapadokumen pribadi yang harus disiapkan. Sangat diutamakanbagi para pendaftar memiliki CV yang bagus dan juga aktifsebagai pengguna media sosial.”
Ia juga menyoroti pentingnya CV (Curiculum Vitae) yang seringkali diremehkan.
“Dari sekian banyaknya dokumen yang menurut saya itupenting dan terlalu disepelekan adalah CV. Mengapa demikian, Karena yang sewajarnya CV adalah persiapan bagi seseorang untuk masuk ke dalam dunia kerja. Tapi pihak BSI meminta ini dengan tujuan untuk melihat sejauh mana para awardee merepresentasikan diri sendiri dalam bentuk portofolio mulai dari pendidikan, prestasi, dan pengalaman organisasi. Ini menjadi salah satu hal yang harus dipersiapkan semaksimal mungkin.”
Selain dokumen administratif, Raja juga menjelaskan bahwa penulisan esai menjadi salah satu bagian terpenting dalam proses seleksi.
”Berbicara tentang esai, ini menjadi salah satu poin penting yang harus dipersiapkan oleh para awardee BSI Scholarship dikarenakan ini menjadi poin penting dalam penilaian. Nah, untuk tips menulis esai tentunya para awardee harus mempersiapkan topik yang sesuai dengan permasalahan saat ini mengenai ekonomi syariah. Apa saja yang harus ditulis oleh para awardee yaitu latar belakang, teori permasalahan, dan kesimpulan.”
Dalam menulis esai, Raja menyarankan agar tema yang diangkat relevan dengan isu terkini. “Tips khusus untuk menulis esai yang menarik adalah dengan mengangkat topik atau permasalahan kekinian yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Sangat disarankan untuk menggunakan isu yang sedang beredar yang masuk dalam kategori berita nasional ataupun internasional yang bersifat ekonomi syariah. Dan esai tersebut ditulis dengan tangan, usahakan ditulis dengan rapi.”
Namun, ia juga mengingatkan tentang kesalahan umum yang sering terjadi.
“Kesalahan yang biasanya sering terjadi dalam penulisan esai adalah ketika menulis esai tidak berfokus pada topik permasalahan. Terlalu banyak menjelaskan pendahuluan. Sebaiknya dalam penulisan esai itu berfokus pada apa yang ingin disampaikan dan tidak terlalu fokus pada pendahuluan.”
Setelah tahap seleksi berkas dan esai, peserta akan mengikuti sesi wawancara. Raja menekankan pentingnya persiapan dari berbagai sudut pandang.
“Dalam tahapan beasiswa ini tentunya ada tahapan wawancara. Nah, dalam wawancara ini teman-teman diharuskan mempersiapkan beberapa sudut pandang untuk menjawab beberapa persoalan baik itu permasalahan kekinian ataupun permasalahan ekonomi syariah. Dan juga dalam wawancara ini kita akan ditanya beberapa soal secara psikologis yang harus dijawab dengan tenang dan jelas.”
Ia membagikan salah satu kunci agar tetap percaya diri saatmenghadapi pertanyaan pada saat wawancara.
“Salah satu tips tenang dan percaya diri adalah belajar dan berfokus dengan apa yang telah dipelajari, sehingga saat sesi wawancara kita terbiasa dengan apa yang telah dipelajari. Fokus pada materi dan tidak gugup dengan pertanyaan apa yang akan diberikan.”
Selain isi jawaban, Raja juga menekankan pentingnya etika selama wawancara berlangsung. “Yang harus dilakukan saat wawancara adalah dengan menerapkan basic manners. Biasakan dengan 3S senyum, salam, sapa. Dan tidak lupa juga dengan tidak berbicara apabila tidak diizinkan dan lakukan sesuatu hal apabila sudah diizinkan.”
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa prestasi dan pengalaman organisasi dapat menjadi nilai tambah yang signifikan.
“Prestasi dan organisasi menjadi poin penting saat seleksikarena dua hal tersebut sangat membantu dalam proses penilaian. Karena ke depannya para awardee akan dibentuksebuah organisasi sebagai para penerima beasiswa.”
Bagi mahasiswa yang masih ragu untuk mendaftar, mungkindikarenakan merasa belum cukup unggul, Raja memberikansemangat.
“Beasiswa ini memiliki persyaratan mahasiswa semester 3 dan sangat disarankan bagi mahasiswa semester 1 atau 2 untuk lebih giat dalam belajar. Dikarenakan IPK yang dibutuhkan 3,2 maka ini menjadi salah satu patokan. Karena beasiswa itu didapatkan dengan usaha yang maksimal sertabelajar dengan giat.”
Raja juga menyampaikan tiga prinsip utama untuk bisa lolos seleksi.
“3 tips utama dari Raja adalah doa, belajar, dan ikhtiar.”
Terakhir, ia menyampaikan satu kalimat semangat khusus untuk pejuang beasiswa, terutama mahasiswa UIN Ar-Raniry
“Jangan pernah mengikuti standar orang lain untuk menjadi orang pintar, tapi jadilah orang pintar dengan versi diri sendiri. Karena pintar yang sesungguhnya adalah pribadi yang menerima diri sendiri. Intinya, bagi semua pejuang beasiswa, terus semangat, jangan pernah menyerah, karena semua itudiawali dengan proses. Terus semangat, terus berkarya!!”[]
Reporter : Nurul Azkia
Editor : Aininadhirah
