PBAK Tahun Ini Spesial, Begini Kata Rektor UIN Ar-Raniry

Sumberpost.com | Banda Aceh – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry tahun 2025 memiliki keistimewaan tersendiri. Rektor UIN Ar-Raniry menjelaskan, sejak dua tahun terakhir kegiatan PBAK dilakukan berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, yang mana prosesi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan melalui rapat senat terbuka, Banda Aceh, Senin (25/08/2025)

“Pelaksanaan PBAK pada dua tahun terakhir itu berdasarkan surat dari Dirjen Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Prosesinya dilakukan melalui rapat senat terbuka, sehingga mahasiswa baru secara resmi diterima di kampus sejak hari pertama,” ujar Mujiburrahman, Rektor UIN Ar-Raniry.

Selain diterima secara resmi, Mujiburrahman mengatakan pelepasan mahasiswa saat wisuda nantinya juga akan melalui skema yang sama.

“Mahasiswa baru resmi diterima sebagai bagian dari kampus melalui rapat senat terbuka, begitu juga nanti ketika mereka wisuda. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tidak melalui prosesi tersebut,” ucap Rektor.

Selain penerimaan resmi, PBAK yang berlangsung selama tiga hari juga diisi dengan berbagai pembekalan akademik. Mahasiswa baru dibekali informasi tentang layanan administrasi, perpustakaan, program studi, akademik, hingga fasilitas kampus lainnya.

“Harapannya, mahasiswa paham sejak awal kemana mereka harus mengurus kebutuhan akademik atau administrasi,” tambahnya.

Tidak hanya itu, PBAK tahun ini juga menghadirkan pemateri dari luar kampus, seperti Kapolda Aceh, serta beberapa tokoh pengusaha. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, isu-isu global, bahaya narkoba dan judi online.

“Dengan adanya materi kewirausahaan, kita berharap mahasiswa juga bisa mengembangkan kreativitas dan mungkin bergabung dengan perusahaan ini sambil kuliah,” pungkas Mujiburrahman.

Melalui kegiatan ini, UIN Ar-Raniry berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami kehidupan akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas tentang kebangsaan, geopolitik, dan peluang pengembangan diri di masa depan.[]

Reporter : Irza Aska Amalia

Editor : Alya Ulfa