Tolak Komersialisasi Pendidikan, Begini Deklarasi Presma UIN Ar-Raniry Saat PBAK 2025

Sumberpost.com | Banda Aceh – Teuku Raja Aulia Habibi, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry 2025 melakukan orasi disela-sela pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) di halaman tribun UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (25/08/2025).


“Hari ini tanggal 25 Agustus 2025, kami mendeklarasikan sikap daripada mahasiswa UIN Ar-Raniry, bahwasanya menyatakan dan komitmen moral atas situasi yang sedang di hadapi oleh rakyat Aceh dan Indonesia,” ujarnya di depan ribuan mahasiswa baru.


Dalam orasinya, ia menyebutkan 4 poin utama. Yaitu menolak pendirian batalyon di Aceh, penuntasan kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), menolak komersialisasi pendidikan serta mengevaluasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).


“Dengan semangat keadilan, kemanusiaan, dan cita-cita perdamaian yang hakiki. Kami menyatakan bahwasanya kami menolak pedirian batalyon baru. Baik itu yang sudah diresmikan maupun sedang tahap perencanaan,” katanya.


Tak hanya itu, ia juga menyebutkan untuk menuntut penuntasan pelanggaran HAM di Aceh serta mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk serius dalam hal ini.


“Keadilan bagi korban dan keluarga korban tidak boleh dikubur oleh waktu. Kami menolak impunitas dan menuntut pengungkapan kebenaran berdasarkan hukum serta pemenuhan hak-hak daripada korban secara menyeluruh,” ujar Raja.


Lebih lanjut, Raja menyebutkan menolak segala bentuk komersialisasi pendidikan yang terjadi di Indonesia


“Kami menolak komersialisasi pendidikan dalam bentuk apapun di indonesia. Pendidikan yang menjadikan kampus sebagai ladang bisnis dan mahasiswa sebagai angkut pasar,” pungkasnya.[]

Reporter : Rauzatul Jannah.

Editor : Alya Ulfa.