Saintek Kecewa, Begini Kronologi Aksinya di Depan Rektorat
Sumberpost.com | Banda Aceh – Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar aksi unjuk rasa di jalan depan rektorat. Aksi ini berlangsung di hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru (26/08/2025).
Insan Nauval, Koordinator lapangan aksi mengungkapkan gerakan ini merupakan puncak kekecewaan mahasiswa FST lantaran aspirasi tak digubris oleh pihak pimpinan.
“Protes ini sudah kami suarakan kepada pimpinan kami di fakultas. Kemudian kami membawakan puncaknya ke rektorat. Namun, kami sangat kecewa dengan pimpinan di sana langsung menolak. Tidak mau mendengar aspirasi kami,” ujarnya.
Adapun poin inti yang disuarakan dalam aksi ini yaitu Uang kuliah Tunggal (UKT) Saintek yang semakin melonjak hingga ketidakpuasan mahasiswa akan rundown PBAK 2025.
Insan menyebutkan meskipun fakultas mereka menempati posisi satu sebagai fakultas dengan UKT termahal di UIN Ar-Raniry, disaat yang bersamaan pula mahasiswa tidak mendapatkan fasilitas yang memadai. Belum lagi peralatan praktikum yang tidak mencukupi.
“Contohnya jurusan baru ini, Teknik Fisika yang tidak memiliki lab. Kemudian mahasiswa jurusan Teknologi Informasi terus bertambah tiap tahunnya. Tapi infokus hanya tersedia 5,” ujarnya.
Insan mengatakan dewan eksekutif mahasiswa (DEMA) dan senat mahasiswa (SEMA) fakultas kerap kali menerima laporan keluhan mahasiswa terhadap besaran UKT Fakultas mereka.
“Dari situ kami tidak tinggal diam, selalu evaluasi dengan anggota untuk bagaimana cara dan upaya kami untuk menyuarakan kepada pihak pimpinan. Harapan kami yaitu pimpinan mendengar aspirasi ini dan menjadi bahan evaluasi dan tentunya Saintek semakin berkembang,” pungkasnya.
Disaat yang bersamaan, Furqan, ketua departemen kaderisasi DEMA FST juga mengaku keberatan dengan rangkaian PBAK tahun ini lantaran didominasi oleh Universitas dan menghilangkan unsur Program Studi (Prodi) di dalamnya. Belum lagi kebanyakan susunan jadwal di isi oleh pimpinan, bukan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).
“Tahun sebelumya, mahasiswa diserahkan ke prodi di hari ketiga PBAK. Namun tahun ini dihapuskan. Rangkaian acara juga banyak yang dipegang oleh pimpinan. Sebetulnya momen ini merupakan bentuk euforia kami,” pungkasnya. []
Reporter: Rauzatul Jannah
Editor: Riska Amelia
