Gerakan Solidaritas Rakyat Aceh Tuntut Keadilan Ojol dilindas Rantis
Sumberpost.com | Banda Aceh- Gerakan Solidaritas Rakyat Aceh yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil unjuk rasa di depan kantor kepolisian daerah (Polda) Aceh, tuntut keadilan terhadap ojol yang tewas terlindas Rantis yang terjadi saat unjuk rasa di pusat, Banda Aceh, Jumat (29/08/2025).
Misbah Hidayat, Koordinator lapangan aksi ini mengungkapkan hadirnya massa kali ini tanpa konsolidasi. Melainkan hati nurani saat menyaksikan Brimob melindas rakyat.
“Solidaritas rakyat Aceh mewakili seluruh representasi rakyat Aceh berduka akan meninggalnya saudara Affan Kurniawan karena terbunuh,” ujarnya usai aksi.
Ia mengatakan massa mengutuk tindakan represif yang dilakukan oleh pihak instansi kepolisian saat melakukan pengamanan sehingga memakan korban jiwa.
“Mereka melakukan pengamanan namun yang terjadi malah pembunuhan oleh pihak kepolisian. Kami minta pelaku untuk diadili dengan seadil-adilnya” katanya.
Upaya represifitas aparat bahkan tidak terjadi hanya di pusat, Melainkan daerah. Misbah mencontohkan beberapa korban yang ditangkap sewenang-wenang di pusat hingga Sumatra Utara.
Adapun poin tuntutan yang dikantongi masa dalam aksi ini yaitu:
Poin tuntutan gerakan solidaritas rakyat Aceh
- mengutuk keras tindakan Represifitas dan brutalitas yang di lakukan oleh pihak kepolisian terhadap rakyat.
- menuntut pihak kepolisian bertangung jawab penuh terhadap keluarga korban pelindasan rantis brimob yang menimpa almarhum Affan Kurniawan
- mendesak Presiden RI untuk mencopot Kapolri Dan Kapolda Metro Jaya
- Mencabut Status 4 Tersangka mahasiswa yang merupakan massa aksi pada 26 Agustus 2024 di depan DPRA, yang di tetapkan oleh Polresta Banda Aceh
Dalam aksi ini, Kapolda Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah turut menemui massa. Ia mengaku sakit hati akan peristiwa upaya pengamanan polri yang memakan korban jiwa.
Ia mengatakan khusus di Aceh, ia telah menyurati seluruh Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolresta) agar menerima seluruh aksi unjuk rasa dan tidak boleh ada upaya represifitas.
Ia juga mengatakan akan mengirim surat pemberitahuan ke pusat terkait aksi ini beserta 3 poin tuntutan massa.
“Saya dukung semua kegiatan mahasiswa, yang penting damai dan tuntutan kita penuhi,” katanya.
Ia juga meminta waktu 1 bulan untuk mempejari lebih dalam poin ke 4 massa agar dapat menentukan langkah tindak lanjut kasus tersebut.
“Perwakilan dari massa disini boleh bertamu dengan saya dimana saja boleh, Kita rapat,” pungkasnya.
aksi ini ditutup dengan doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan.[]
Reporter : Rauzatul Jannah
Editor : Aininadhirah
