Mahasiswa Keluhkan Kehilangan Helm di Parkiran Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Begini Tanggapan Kepala Perpustakaan
Sumberpost.com | Banda Aceh – Fenomena kehilangan helm kembali terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Pada Selasa 16 September 2025 lalu seorang mahasiswa mengeluhkan kehilangan helm di parkiran perpustakaan kampus, meski baru saja ditinggalkan beberapa jam. Kamis, (25/09/2025).
Laifah salah satu mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengatakan bahwa helm miliknya terakhir kali terlihat sekitar pukul 11.00 WIB setelah ia balik dari Masjid Fathun Qorib. Namun, ketika Ia keluar sebelum pukul 13.00 WIB, helm tersebut sudah tidak ada.
“Tadi saya kan ada ke Masjid Fathun Qorib, sekitar jam 11.00 kalau nggak salah ke toilet, itu masih ada kak, karena naiknya kebetulan naik kereta teman kan sebelahan, dia pun tarok helm di atas sini, masih ada, trus pas keluar tadi gada lagi, seingat saya juga emang saya bawa helm kan,” ungkapnya.
Spesifikasi helmnya yaitu warna hitam, merek GM dengan kaca yang Pelangi. Helm yang udah hampir setahun dipakai dengan harga beli 280 itu belum ditemukan hingga sekarang.
Dalam hal ini, Kepala UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Suherman, S.Ag., SIP., M.Ec. menanggapi bahwa kasus kehilangan di kampus bukan hanya sekali terjadi. Ia menyebutkan keterbatasan fasilitas keamanan menjadi salah satu penyebab.
“Dulu ada empat CCTV, sekarang tinggal dua yang aktif, yaitu di depan loker dan layanan. Sementara untuk parkiran semuanya sudah mati. Padahal, perpustakaan sebesar ini idealnya punya 12 sampai 15 kamera. Tapi anggarannya ada di biro, bukan di kita,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak perpustakaan tidak memiliki anggaran maupun kewenangan untuk memperbaiki kerusakan CCTV. Hal tersebut sepenuhnya berada di bawah biro.
“Seharusnya wewenangnya dari biro, karena kita nggak dikasih wewenang sendiri dalam mengatur perbaikan, karena kita masih di bawah biro. Kita sudah berulang kali melaporkan ke biro, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Pihak biro sendiri menyebutkan adanya kendala anggaran karena efisiensi dan banyak dana yang kurang dari pemerintah pusat. Ini udah sejak 2 tahun kita minta tentang cctv-nya.” ungkap Suherman.
Menurutnya, tanpa CCTV yang memadai dan jumlah satpam yang terbatas, pengawasan menjadi sangat sulit. Upaya pelacakan pun sering terhambat karena pelaku biasanya menutupi wajah.
“Kalau ada CCTV biasanya pencuri lebih ragu. Tapi sekarang, tanpa kamera dan satpam yang khusus di parkiran, kasus seperti ini memang sulit dicegah. Kita sudah berulang kali melaporkan hal ini, tapi belum ada solusi,” pungkasnya. []
Reporter: Riska Amelia
Ediror: Aininadhirah
