Himaperma UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Kritis, bahas dampak Tambang Bagi Aceh Banda Aceh
Sumberpost.com | Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Perbandingan Mazhab (himaperma) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar focus group discussion (fgd) angkat isi tambang bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Fokus pembahasan forum ini meliputi keuntungan jangka pendek vs keuntungan jangka panjang, hilangnya mata pencaharian, dan konflik sosial akibat perampasan lahan, serta mengajak mahasiswa dan masyarakat mengawasi tambang illegal. Kegiatan ini mengusung tema “Untung atau Rugi? Dampak tambang bagi Aceh,” yang diadakan di Solong Rumah Aceh UIN Ar-Raniry, Kamis, (02/09/2025).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Musrafiyan dari staf legal & advokasi officer yayasan haka, dia berasal dari Meulaboh dan juga sekolah hingga SMA di sana.
Dalam diskusi ini, Musrafiyan menyebutkan selain Kalimantan, Aceh menjadi target investasi besar-besaran dari para investor, terutama bagian barat selatan. Mulai dari Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan hingga Aceh Singkil.
Musrafiyan menyinggung salah satu persoalan yang terjadi di Meulaboh sekarang, pihak PT Mifa melarang riview izin dari pemerintah Aceh Barat.
“Jika kalian dengar isu-isu terakhir ini soal pemerintah Aceh Barat, itu bahkan dilarang untuk melakukan riview izin di PT Mifa. Padahal, PT Mifa itu bagian dari Aceh Barat, tingkat pemerintahnya aja dilarang me- review izin, itu adalah persoalan kecil yang ada di Barat Selatan,” ujarnya.
Ia memberikan contoh dampak negatif dari tambang di Aceh Barat, yang berubah secara signifikan hingga hilangnya pemukiman masyarakat.
“Dulu di dekat PT Mifa itu masih padat penduduknya, tapi sekarang yang terjadi gak ada lagi perumahan yang ada di dekat PT Mifa itu, maka tiap hari aku merasakan perubahan yang cukup signifikan yang terjadi di sana karena adanya pembangunan, ” kata musrafiyan.
Tidak hanya hilang pemukiman, di dekat PT Mifa juga tercium bau belerang yang sangat menyengat hingga hilangnya sekolah yang ada di dekat sana.
“Hari ini, tambang lebih banyak memiliki dampak negative dari pada dampak positif,”tutupnya.[]
Reporter : Maulana Ahkyar
Editor : Alya Ulfa
