HMP AFI dan UKK RISPI Sukses Gelar Peringatan Maulid Nabi ke 1447 Hijriah

Sumberpost.com | Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Aqidah Filsafat Islam (AFI) bersama Unit Kegiatan Khusus (UKK) Riset dan Penelitian (RISPI) sukses menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ke 1447 H dengan tema “Lilin yang Menyinari Zaman, Menjaga Cahaya di Tengah Kegelapan”. Acara ini berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), pada Kamis (02/10/2025 M / 10 Rabi’ al-Thani 1447 H).

Peringatan Maulid berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Dekan III FUF, Bapak Mawardi S.Th.I, Dewan Mahasiswa (Dema) FUF, Senat Mahasiswa (Sema) FUF serta hampir seluruh Ketua HMP dari berbagai prodi di lingkungan fakultas.

Ketua HMP AFI, Rahimuddin, membuka acara dengan sambutannya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah maulid singkat oleh Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Islam, Nabil Najibul Firdaus.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua UKK RISPI, Bangkit Sahputra. Dalam sambutannya Ia menyampaikan bahwa riset dan nilai spiritual seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Riset tanpa nilai kemanusiaan akan kehilangan arah, dan agama tanpa pemikiran kritis akan kehilangan daya hidup. Maulid ini menjadi ruang di mana ilmu dan iman kembali berdialog,” ungkapnya.

Wakil Dekan III Mawardi S.Th.I juga memberikan sambutannya mewakili Dekan fakultas yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya Ia menilai acara ini sebagai fenomena yang istimewa.

“Selama ini filsafat sering dianggap hanya berbicara hal-hal modern dan rasional, jauh dari tradisi klasik. Namun hari ini, Prodi Aqidah Filsafat Islam membuktikan bahwa filsafat juga bisa merayakan Maulid Nabi dengan penuh makna,” ungkapnya.

Isi ceramah maulid menekankan pentingnya menjadikan maulid bukan sekadar nostalgia, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai universal Nabi Muhammad SAW.

“Kalau kita hanya sibuk merayakan kelahiran Nabi, tapi tidak menyalin nilai yang beliau perjuangkan, maka kita hanya menyalakan lilin, namun justru lupa menjaga api yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa dan makan bersama serta harapan agar peringatan Maulid tahun ini benar-benar menjadi titik lahirnya kembali kesadaran umat untuk menyalakan nilai kejujuran, keadilan, kepedulian sosial, serta cinta kepada sesama dan alam semesta. [Rel]