Motif Tersembunyi: Sejarah bangsa Barat Memburu Nusantara

Sumberpost.com | Banda Aceh- Sejarah kedatangan bangsa barat ke Nusantara seringkali dipahami sebagai kisah pencarian rempah-rempah saja tetapi tidak hanya itu mereka juga memiliki motif tersembunyi, ada beberapa motif yang tersembunyi yaitu pada abad ke-15 hingga ke-17 rempah-rempah bukan hanya digunakan untuk bumbu dapur tetapi juga obat-obatan, makanan bahkan simbol status sosial, makanya di Eropa harga rempah-rempah sangat mahal dan bahkan mereka menyebut rempah itu sebagai tanah emas, motif tersembunyi yang jarang dibicarakan yaitu di nusantara memiliki jalur perdagangan internasional yang di mana menghubungkan antara India, Arab, China dan Eropa. Oleh karena itu mereka ingin menguasai jalur laut, Nusantara agar mendapatkan kepentingan dan memasukkan kekuasaan di sana, kedatangan Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris bukan sekedar mencari rempah saja tetapi mereka juga ingin menguasai dan mengambil alih global di Nusantara, selain ekonomi kedatangan bangsa barat juga membawa penyebaran agama Kristen di beberapa wilayah.

Bagi kolonialisme sebelum bangsa barat datang Nusantara sudah memiliki jaringan perdagangan kuat dengan pedagang Gujarat, Arab, dan China kehadiran Barat perlahan memutuskan dan menghancurkan jaringan ini demi monopoli perdagangan. Sejarah ini sering disembunyikan bahkan dilupakan dalam narasi, kolonialisme ini memiliki strategi besar untuk melemahkan kemandirian Nusantara. Mereka menaklukkan Nusantara bukan hanya soal ekonomi tetapi mereka juga ingin menguasai tanah dan kekayaan alam yang luar biasa mereka ingin menjadikan penguasa dunia, Nusantara adalah lambang kejayaan bagi kolonialisme.

Rempah-rempah hanyalah alasan di permukaan. Di balik layar, bangsa Barat datang ke Nusantara membawa misi yang lebih besar, menguasai dunia melalui jalur dagang, agama, dan kekuasaan.

Menurut penulis orang Barat dari Portugis yang datang ke Nusantara mereka berhasil merebut Malaka dan menjadikan kota Pelabuhan sebagai koloninya oleh karena itu. Berakhirlah jalur perdagangan rempah rempah yang berpusat di Malaka dan pada abad ke 16 muncul pusat perdagangan baru dikepulauan Nusantara menggantikan Malaka, perdagangan tersebut berkembang berawal dari Aceh dan daerah lainnya. Bisa dibaca dari sumber ini ( http://118.98.228.242/Media/Dokumen/Scff5f5fb646044330d68600/379660db33b32c7c0d1e 8e38664d60a2.pdf)

Namun, kedatangan bangsa Barat seperti Portugis juga membawa dampak yang buruk terhadap keadaan sosial dan ekonomi di Kawasan masayarakat. Mereka tidak hanya merebut pusat-pusat perdagangan, tetapi juga mulai menanamkan pengaruh budaya, agama, dan sistem ekonomi yang perlahan mengubah Nusantara.

Dari sejarah ini, kita belajar bahwa Nusantara bukan sekadar ladang rempah bagi dunia, tetapi medan perjuangan bagi bangsa yang ingin berdiri di atas kedaulatannya sendiri. Motif tersembunyi bangsa Barat telah membuka mata kita bahwa kekayaan bukan hanya soal emas atau rempah, melainkan juga tentang kuasa dan jati diri.

Penulis : Siti Zahara, Mahasiswi Sejarah kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora

Editor : Aininadhirah