HIMAHESA Gelar Bedah Film “Ketika Rakyat Berbicara: Suara di Balik 98”
Sumberpost.com | Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HIMAHESA) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk Bedah Film “Ketika Rakyat Berbicara: Suara di Balik 98.” Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara HIMAHESA, HIMAPI, dan HIMAMUKUM, sebagai bentuk sinergi organisasi mahasiswa dalam membangun kesadaran kritis terhadap nilai-nilai demokrasi dan perjuangan rakyat.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LP2M UIN Ar-Raniry ini dihadiri oleh mahasiswa aktif lintas program studi. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ali Abubakar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan semangat kepada HIMAHESA dan organisasi kolaborator yang telah menghadirkan ruang edukatif bagi mahasiswa.
“Film ini mengingatkan kita bahwa suara rakyat adalah kekuatan yang dapat mengubah arah bangsa. Mahasiswa harus terus menjaga semangat kritis dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Saya sangat mengapresiasi inisiatif HIMAHESA bersama HIMAPI dan HIMAMUKA yang menggelar acara seperti ini, tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menanamkan nilai-nilai perjuangan,” ujar Prof. Ali dalam sambutannya.
Sebelum acara dimulai, Ketua Panitia, Irgianda, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menuturkan bahwa bedah film ini merupakan bagian dari agenda intelektual HIMAHESA yang bertujuan menghidupkan kembali kesadaran historis mahasiswa terhadap peran rakyat dan gerakan mahasiswa di masa reformasi.
“Kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang lebih terbuka dan reflektif. Melalui film ini, kita belajar bahwa perubahan besar lahir dari keberanian rakyat dan mahasiswa untuk bersuara,” ungkap Irgianda.
Acara ini menghadirkan dua pemateri utama yang memberikan pandangan mendalam terkait konteks sosial dan politik reformasi:
Pemateri I: Bapak Surya Edy Rachman, S.IP., M.A., akademisi dan pengamat sosial-politik, yang membahas dimensi sosial dan media dalam peristiwa 1998 serta bagaimana peran publik membentuk opini politik bangsa.
Pemateri II: Prof. Dr. Tgk. Hanasanuddin Yusuf Adan, MCL., M.A., guru besar Fakultas Syariah dan Hukum, yang menyoroti peran moral dan tanggung jawab umat Islam dalam menyikapi ketidakadilan serta pentingnya menjaga nilai kejujuran dan keberanian dalam perjuangan rakyat.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para mahasiswa aktif memberikan tanggapan serta mengaitkan pesan film dengan kondisi sosial-politik saat ini, terutama dalam konteks kebebasan berpendapat dan peran mahasiswa di tengah perubahan zaman.
Ketua HIMAHESA, Fadhlul Ikram, dalam tanggapannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Bedah film ini adalah bentuk nyata dari semangat intelektual mahasiswa HES. Kita ingin menunjukkan bahwa HIMAHESA tidak hanya fokus pada kegiatan akademik formal, tetapi juga pada penguatan kesadaran sosial dan sejarah. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa keberanian untuk berbicara adalah fondasi dari setiap perubahan,” ujar Fadhlul. [Rel]
