Pekan Nasional Pelayanan Publik Resmi Dibuka di UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Sumberpost.com | Banda Aceh – Acara Pekan Nasional Pelayanan Publik resmi dibuka di lantai 3 Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan berbagai instansi pelayanan publik yang siap membantu masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi, seperti pembuatan paspor, perpanjangan SIM, dan layanan administrasi lainnya, Banda Aceh, Senin (20/10/2025).
Pembukaan acara diawali dengan penampilan tarian Ranup Lampuan oleh Sanggar Bungong Ban Keumang UIN Ar-Raniry. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zayyan Nadhief dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN), serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh yang diikuti oleh seluruh hadirin dengan penuh khidmat.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMASTRA), Rizqa Fadhullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu.
“Pekan Pelayanan Nasional Publik ini dibuat untuk menampilkan dan mempraktikkan pelayanan administrasi sebagaimana yang dipelajari di Program Studi Ilmu Administrasi Negara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan kutipan inspiratif dari Sultan Syahir, “Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan.”
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry, Dr. Muji Mulia, turut memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kolaborasi ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi merupakan penerapan nyata bagaimana administrasi seharusnya dijalankan, yakni dengan bekerja sama bersama lembaga-lembaga pelayanan publik seperti Ombudsman RI, kantor pajak, dan instansi lainnya,” ungkapnya.
Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, juga berpesan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan publik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Lebih baik kehadiran kita dalam pengelolaan administrasi membuat orang senang atau bahagia, jangan sampai justru menyusahkan orang lain dan menimbulkan kerugian bagi mereka,” katanya.
Sambutan dari Pemerintah Aceh diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di daerah.
“Kita harus mengoptimalkan pelayanan administrasi di Aceh agar masyarakat lebih mudah mengakses berbagai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Kepala Ombudsman RI, Dr. Ir. Jemsly Hutabarat, turut memberikan pandangannya mengenai hak masyarakat atas pelayanan publik.
“Pelayanan publik merupakan hak seluruh warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945,” tegasnya.
Acara pembukaan ditutup dengan penyerahan selempang Duta Pelayanan Publik, penyerahan plakat, serta pembacaan doa sebagai tanda bahwa Pekan Nasional Pelayanan Publik secara resmi dibuka. [Rel]
