Screenshot

Delegasi Sumberpost Jadi Peserta Terbaik di Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional 2025

Sumberpost.com | Banda Aceh – Rauzatul Jannah, delegasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sumberpost Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, berhasil meraih predikat Peserta Teraktif pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Pena Persma Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Mobile Journalism Media AI” ini berlangsung di UINSU, Sumatera Utara. Kamis (23/10/2025).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari dimulai dari tanggal 17 Oktober hingga 20 Oktober 2025 ini diikuti oleh berbagai LPM dari seluruh universitas di Indonesia, termasuk tiga delegasi dari UKM Sumberpost, yaitu Rauzatul Jannah, Ahmad Dhani, dan Fauzan Adhima.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali materi seputar perkembangan jurnalisme di era digital, terutama terkait dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia media.

Rauzatul Jannah atau yang akrab disapa Oja mengaku senang sekaligus tidak percaya bisa menjadi peserta teraktif dan mewakili UIN Ar-Raniry dalam ajang nasional ini.

“Senang karena bisa menjadi peserta terbaik dan mewakili UIN Ar-Raniry. Struggle-nya selama pelatihan itu cukup berat karena materinya benar-benar baru bagi aku, terutama tentang jurnalisme AI. Kita tahu media sekarang mengalami disrupsi akibat teknologi AI, jadi memahami regulasi dan etika penggunaannya menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keaktifannya selama pelatihan muncul karena rasa penasaran terhadap materi baru yang diberikan.

“Aku sering menjawab dan juga aktif bertanya karena benar-benar penasaran dengan ilmu-ilmu jurnalisme AI,” tambahnya.

Baginya, hal yang paling berkesan dari PJTLN tahun ini adalah tema yang sangat relevan dengan kondisi jurnalis saat ini.

“Kita dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga independensi dan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi baru seperti AI. Jadi, penting bagi jurnalis untuk memahami etika dan regulasi agar tidak salah kaprah dalam memanfaatkannya,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa keikutsertaannya di PJTLN menjadi bentuk nyata kontribusi Sumberpost dalam membentuk kemampuan jurnalistik kadernya.

“PJTLN ini menjadi wadah penting bagi reporter atau kader Sumberpost untuk memperdalam ilmu jurnalistik. Kami belajar langsung dari pemateri nasional dan bertukar pengalaman dengan teman-teman dari berbagai LPM seluruh Indonesia. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga jadi ajang studi banding dan memperluas jaringan,” jelasnya.

Ketua panitia PJTLN, Muhammad Dafa, mengatakan bahwa keaktifan dan rasa ingin tahu Oja menjadi alasan utama pemilihannya sebagai peserta teraktif.

“Setiap sesi pelatihan, dia selalu aktif bertanya dan berdiskusi. Itu menjadi poin utama kami dalam penilaian. Selain itu, dalam sesi FGD, dia juga mempertanyakan hal-hal yang cukup berat dan relevan dengan kondisi pers mahasiswa saat ini,” ungkapnya.

Panitia juga menilai bahwa kontribusi Oja tak hanya berupa keaktifan, tetapi juga kemampuan dalam mengemukakan solusi.

“Dia sering memberikan masukan dan solusi dalam forum. Hal itu menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu yang dihadapi pers mahasiswa. Jadi, pantas rasanya jika dia dinobatkan sebagai peserta teraktif,” tambahnya.

Dafa juga turut memberikan harapan kepada UKM Sumberpost sebagai salah satu unit pers mahasiswa yang dikenal aktif dan berprestasi.

“Sumberpost adalah salah satu UKM yang terkenal di Aceh dan selalu menonjol dalam kegiatan nasional. Kami berharap ke depannya Sumberpost bisa terus melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang mampu membawa suara mahasiswa dan menjadi pionir di dunia pers mahasiswa Indonesia,” tutupnya. []

Reporter : Riska Amalia

Editor : Alya Ulfa