mahasiswa yang tergabung dalam IMARSU berfoto usai kegiatan di Auditorium Ali Hasyimi
mahasiswa yang tergabung dalam IMARSU berfoto usai kegiatan di Auditorium Ali Hasyimi

Dari Tanah Batak ke Tanah Rencong, Imarsu Gelar Malam Kebudayaan Sumut Meriahkan Milad UIN Ar-Raniry

Sumberpost.com | Banda Aceh – Dalam momen memperingati milad Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry ke-62 dan Milad IMARSU ke-8, Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU) menyelenggarakan malam kebudayaan Sumatera Utara yang menampilkan 8 tarian etnis Sumatera Utara. Acara tersebut mengusung tema “Bertaut Dalam Rindu, Bersua Mengukir Cinta Acara tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Prof. Ali Hasymi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Minggu (26/10/2025).

Acara ini meghadirkan ratusan tamu undangan mulai dari civitas akademika UIN Ar-Raniry, perwakilan paguyuban daerah se-Indonesia serta mahasiswa intenasional dari Malaysia dan Thailand yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh. Hingga tamu kehormatan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) Banda Aceh Irwansyah juga menghadiri acara tersebut.

Pembukaan diawali dengan sebuah tarian Tor-Tor untuk menyambut tamu Istimewa Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah dan Dewan Pembina IMARSU yang digagas oleh sanggar seni IMARSU.

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa Sumut yang membawa budayanya dan memperkenalkan sampai keluar daerah.


“IMARSU telah membuktikan bahwa mahasiswa perantau tidak hanya mencari ilmu, tetapi menjadi duta budaya disini. Kami selaku mewakili Pemerintahan Banda Aceh selalu mendukung kegiatan-kegiatan kalian yang membawa nama baik Banda Aceh. Jaga nama baik kampus dan Banda Aceh dan berikan kesan baik kepadanya,” ujarnya.

Sesi refleksi Milad IMARSU ditandai dengan pemotongan tumpeng, simbol harapan dan doa untuk masa depan organisasi. Dewan Pembina IMARSU, Kolonel (Purn.) Dr. Ahmad Husein Sipahutar, juga menyampaikan sambutan dan berharap agar IMARSU terus maju dan berkarya.

“Kami mengajak seluruh anggota untuk menjaga persaudaraan dan nama baik organisasi serta kampus. Delapan tahun bukanlah perjalanan singkat. IMARSU hadir sebagai wadah kekeluargaan. Kami berjanji untuk terus berkontribusi positif untuk kampus,” ujar Solihun, selaku Ketua Panitia dalam kata sambutannya.

Puncak pertunjukan malam kebudayaan yang paling dinantikan adalah penampilan tarian delapan etnis Sumatera Utara. Dengan koreografi yang energik dan kostum yang otentik, IMARSU sukses memukau hadirin dengan representasi tarian dari suku Batak Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Melayu, Pakpak, Angkola, dan Nias. Tiap etnis ditampilkan dengan ciri khas musiknya, mulai dari irama Gondang Sembilan yang bersemangat hingga alunan lembut Taganing dan Odap.

“Pertunjukan ini sekaligus kado terindah kami untuk Milad UIN Ar-Raniry. Kami berharap IMARSU selalu menjadi rumah temyaman bagi mahasiswa Sumatera Utara dan bersinergi dengan kampus UIN Ar-Raniry untuk memajukan kampusdan menjadi wadah tempat berkembang bagi mahasiswa. Kami juga ucapkan terima kasih sebesa-besarnya kepada sponsor atas dukungannya,” ujar Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Umum IMARSU dalam sambutannya.

Di akhir acara, IMARSU menampilkan berbagai pertunjukan seperti pementasan teater yang sukses membuat suasana penonton menjadi hening. Drama ini mengisahkan perjuangan mahasiswa Sumut yang merantau ke Aceh untuk memulai pendidikan di UIN Ar-Raniry, menghadapi berbagai rintangan, dan akhirnya menemukan rumah kedua dalam persaudaraan paguyuban. Tidak hanya itu, IMARSU menampilkan fashion show pakaian adat Sumatera Utara, puisi bertaut, dan pop song yang dibawakan oleh para kontestan IMARSU.

Kesuksesan Malam Kebudayaan ini mencerminkan komitmen kuat IMARSU untuk tidak hanya melestarikan budaya di tanah rantau, tetapi juga untuk menjadi mitra strategis UIN Ar-Raniry dalam mempromosikan kampus sebagai institusi yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.[Rel]