Duta Rayeuk Aceh Besar Gelar Program “Saweu Sikula” Perdana di MIN 27 Aceh Besar

Sumberpost.com | Banda Aceh – Ikatan Duta Rayeuk/Duta Wisata Aceh Besar resmi melaksanakan kegiatan “Saweu Sikula” perdana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar. Program ini mengusung tema “Peukong Adat Ngon Budaya, Ta Meuseuraya Peu Maju Wisata”, yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Aceh, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Aceh dalam Gerakan berbahasa Aceh setiap hari Kamis, Aceh Besar, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini diisi dengan sesi materi sadar wisata, pengenalan budaya, serta praktik percakapan berbahasa Aceh, Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif.

Ketua Panitia, Teuku Kevin, menekankan bahwa pelestarian bahasa bukan hanya melalui seruan, tetapi juga melalui kegiatan teknis dan edukasi langsung yang menyentuh ruang belajar anak.

 “Upaya pelestarian bahasa Aceh perlu dilakukan melalui pendekatan dengan keseharian siswa. Tidak hanya teori, tapi praktik penggunaan bahasa Aceh dalam komunikasi sehari-hari. Hari ini kita hadir untuk memberi contoh, mengajak, dan menumbuhkan kebiasaan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Duta Rayeuk Aceh Besar, Wandi Hasballah, menyampaikan bahwa peran Duta Rayeuk tidak hanya terbatas pada sektor promosi wisata semata, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi identitas Aceh Besar.

 “Duta Rayeuk bukan hanya wajah promosi destinasi wisata. Kami adalah representasi budaya, adat, dan karakter masyarakat Aceh Besar. Melestarikan bahasa adalah bagian dari menjaga marwah Aceh Besar. Ketika bahasa dan adat kuat, maka pariwisata akan memiliki ruh dan nilai berbeda,” jelasnya.

Kepala MIN 27 Aceh Besar menyambut baik dan mengapresiasi program ini sebagai langkah nyata penguatan pendidikan karakter berbasis budaya daerah.

 “Kami sangat bersyukur sekolah menjadi lokasi pertama pelaksanaan program Saweu Sikula ini. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa bahasa dan budaya Aceh adalah identitas yang tidak boleh hilang. Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan,” tuturnya.

Program “Duta Rayeuk Saweu Sikula” akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah dalam wilayah Aceh Besar sebagai bentuk komitmen pelestarian adat, bahasa, dan budaya menuju penguatan citra pariwisata daerah. [Rel]