Keterangan foto: Masyarakat sedang mengantri di SPBU Lamnyong, Banda Aceh

Panic Buying atau Bisnis, Fenomena Baru Pasca Bencana Aceh 2025

Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh akhir November silam, masyarakat Aceh khususnya Banda Aceh mengalami fenoma panic buying atau kondisi dimana masyarakat membeli suatu barang dalam jumlah yang banyak karena mengalami kepanikan. Beberapa bahan pokok seperti beras, telur hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai langka ditemukan di pasaran, Jumat (05/12/2025).

Annisa farida, salah satu mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengaku sulit mendapat BBM dan harus menunggu enam jam lebih untuk dapat mengisi bensin.

Annisa mengaku sudah mengantri sejak jam 5 subuh di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lamnyong dan baru mendapatkan bensin pukul 12 siang. Peristiwa antrian SPBU yang membludak pasca bencana Aceh turut dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang menjual minyak eceran dengan harga yang fantastis.

Fenoma pembelian BBM dalam jumlah banyak ini menyebabkan beberapa SPBU di Banda Aceh kehabisan stok yang harusnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. akhirnya, masyarakat harus rela datang dan mengantri dalam waktu yang lama sampai stok kembali terisi dan dapat disalurkan.

“Saran saya buat teman-teman, tolong isi minyak seperlunya saja, jangan masi banyak minyak di tangki tapi kalian udah ngantri lagi, kasian para lansia atau orang yang udah bener bener butuh banget BBM” kata Annisa.

Hal ini juga dirasakan oleh Ahmad Zaid yang juga merupakan mahasiswa UIN Ar-Raniry. Ia turut mengantri dalam teriknya matahari. Berbeda dengan Annisa, zaid tak hanya mengantri untuknya sendiri, melainkan membawa jeriken untuk di bawa pulang dan disalurkan kepada kendaraan keluarga di rumah.

Inisiatif ini bermula ketika bencana alam yang menimpa daerah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh terjadi. sehingga mulai bermunculan isu-isu terkait persediaan pasokan BBM yang tidak memadai, jadi para warga termasuk zaid salah satunya mulai mencari BBM yang nantinya akan di jadikan persediaan untuk keperluan mendesak.

“Ini di jadikan persediaan karna biar nanti kalo semisal ada keperluan mendesak seperti ke rumah sakit, rapat kerja, dan kuliah, tidak perlu mengantri panjang lagi, bisa juga sekalian menghemat waktu” pungkas Zaid.

Fenomena pasca bencana ini serta informasi yang masih simpang siur akhirnya ditangani oleh Pemerintah Aceh.

Pemerintah Aceh melalui web resmi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah tetap aman menyusul kondisi bencana banjir dan gempa bumi yang melanda beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., yang didampingi oleh Kabid Minyak dan Gas Bumi, Dian Budi Dharma,S.T., M.T. mengatakan imbauan tersebut disampaikan sesuai arahan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf dan hasil koordinasi dengan SAM Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori.

“Kami mengimbau masyarakat khususnya di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Sabang, dan Simeulue agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Stok BBM Insya Allah aman,” pungkas Taufik, Senin (01/12/2025).

Reporter: Balqis Salsabila

Editor: Aininadhirah