Masyarakat Aceh Angkat Bendera Putih, Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional Untuk Aceh
Sumberpost.com | Banda Aceh – Aksi pengibaran bendera putih di depan Mesjid Raya Baiturrahman desak pemerintah pusat untuk tetapkan bencana Aceh sebagai bencana nasional, Kamis (18/12/2025).
Aksi ini di tujukan langsung untuk pemerintah pusat kepada bapak president Prabowo Subianto beserta jajaran staf yang bersangkutan agar segera menetapkan status bencana nasional dan juga mengizinkan segala bentuk bantuan dari luar negeri agar dapat di perbolehkan masuk ke Aceh.
Dengan perizinan bantuan dari luar yang ditahan dengan dalih bencana ini bisa di tangani dengan baik dan juga penanganan yang sangat lambat dari pemerintah pusat menyebabkan kekecewaan masyarakat Aceh.
Nurmi Ali, mantan aktivis sentral informasi referendum Aceh (SIRA) 1998 turut memberikan orasi dalam aksi ini. ia mengutarakan kekecewaan sebagai masyarakat Aceh akan kelambanan pemerintah pusat dalam menangani musibah ini. terlebih lagi dengan dalih rusaknya kontruksi yang menjadi lintas atara kabupaten yang terdampak
“Kenapa tidak mungkin di selesaikan, kenapa tidak mungkin di tangani dengan keadaan darurat, pesawat banyak, pesawat tempur juga banyak kalo mereka memang punya inisiatif untuk menyelesaikan itu tidak akan lama, 3 hari selesai setelah sinyal dapat” ujarnya saat diwawancarai wartawan sumberpost usai aksi.
Di langsir dari kompas.tv yang mengabarkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat menjadi 1.068 dari sebelum berjumlah 1.058 akan terus bertambah setiap saat jika tidak ditindaklanjuti dengan serius.
Bencana ini sudah berjalan selama 3 minggu lebih dan para korban yang terdampak bencana belum ada perubahan sama sekali, golondolan-golondolan kayu yang masih utuh di tempat dan juga lumpur yang mengeras sudah menjadi tanah yang padat,tak ada satupun alat berat yang di kerahkan oleh pemerintah untuk memindahkan nya dari pemukiman warga agar dapat di tempati kembali rumah dan juga mesjid.
Pasca bencana ini juga sangat merugikan rakyat aceh di mulai dari pemadaman listrik selama 23 hari dan juga ikuti dengan jaringan internet yang sangat tidak stabil semakin menambahkan kemurkaan masyarakat aceh
” Jangan salah kan rakyat Aceh jika pemberontak itu terjadi lagi” pungkasnya.
Di saat yang bersamaan, Ainul Mardiah, Akademisi UIN Ar-Raniry turut hadir untuk mengibarkan bendera putih di depan Mesjid Raya. ia mendesak presiden prabowo untuk segera mentapkan status bencana nasional agar proses pemulihan Aceh lebih progresif
“Presiden wajib menetapkan status bencana nasional. karena dengan itu, bantuan internasional dapat masuk ke Aceh. masyarakat Aceh sudah cukup menderita,” pukasnya.
Reporter: Aura Sura Aini
Editor: Aininadhirah
