Sinergi Akademisi dan Gampong, Mahasiswa FUF UIN Ar-Raniry Bantu Korban Banjir Aceh Tengah
Sumberpost.com | Banda AcehMahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan Pemerintah Gampong Lampaseh Kota dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tengah. Penyaluran bantuan tersebut melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Lanud Aceh Besar, dengan memanfaatkan jalur transportasi udara sebagai alternatif distribusi logistik, Selasa (16/12/2025).
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Salman Abdul Muthalib, Lc., M.Ag., didampingi oleh Wakil Dekan I, II, dan III, serta perwakilan perangkat Gampong Lampaseh Kota dan organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara institusi akademik, pemerintah gampong, dan mahasiswa dalam merespons kondisi darurat kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Salman Abdul Muthalib menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial sivitas akademika. “Kehadiran kami di sini bukan hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga membawa semangat kepedulian dan solidaritas. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh Tengah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Mufassirin bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, dengan Zulfahmi sebagai koordinator lapangan dan Rijal Fandika sebagai sekretariat. Kegiatan kemanusiaan ini turut melibatkan Ormawa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat yang terdiri dari SEMA, DEMA, serta lima Himpunan Mahasiswa Program Studi, yaitu HMP Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), HMP Sosiologi Agama (SA), HMP Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), HMP Ilmu Hadis (ILHA), dan HMP Studi Agama-Agama (SAA).
Koordinator lapangan, Zulfahmi, menjelaskan bahwa pemilihan jalur udara dilakukan karena kondisi akses darat yang belum memungkinkan. “Jalur penghubung antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Tengah masih mengalami kendala akibat kerusakan jembatan. Oleh karena itu, jalur udara menjadi pilihan paling efektif agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Kondisi infrastruktur tersebut menyebabkan distribusi kebutuhan pokok melalui jalur darat terhambat, sehingga masyarakat Aceh Tengah mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan logistik yang disalurkan berupa sembako dan kebutuhan primer lainnya, yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir.
Penanggung jawab kegiatan, Mufassirin, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini lahir dari inisiatif mahasiswa dengan dukungan berbagai pihak.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Mahasiswa bergerak, gampong mendukung, dan semua pihak bersinergi untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah,” tuturnya.
Pemerintah Gampong Lampaseh Kota turut berperan aktif dalam kegiatan ini dengan melakukan koordinasi bersama masyarakat setempat dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan. Sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan, posko bantuan di wilayah Gampong Lampaseh Kota telah berdiri sejak 7 Desember 2025 dan hingga kini masih beroperasi.
Melalui kegiatan open donasi yang terus dibuka, panitia berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk memberikan dukungan dan uluran tangan bagi masyarakat korban banjir di sejumlah kabupaten di Aceh.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” pungkasnya [Rel].
