Desember To Remember: Mengenang Tsunami, Membantu Korban Bencana
Sumberpost.com | Banda Aceh – Komunitas Film Trieng Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry kembali sukses menggelar kegiatan December To Remember, untuk mengenang kembali Tsunami Aceh 2004 lalu sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana alam di Sumatra yang baru-baru saja terjadi pada November dan Desember 2025. Acara yang dihadiri sekitar 100 orang ini berlangsung di Aula Teater LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh, pada Sabtu (27/12/2025).
Ketua Panitia kegiatan, Fajar Sofyan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya refleksi pada Tsunami 21 tahun lalu tapi juga untuk membantu korban bencana banjir Sumatra.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenang Tsunami Aceh tahun 2004 tapi juga dirancang sebagai agenda penggalangan donasi untuk korban bencana Sumatra,” ujarnya.
Ketua Komunitas Film Trieng, Yogi Prasetyo juga menyampaikan bahwa acara Desember to Remember ini akan menampilkan dua film karya dari Komunitas Film Trieng.
“Kegiatan ini akan memutar dua film, yaitu film pertama dengan judul ‘Barat’ yang menceritakan Tsunami di Aceh dan syariat Islam di Aceh atas pandangan orang luar terhadap Aceh, dan film kedua dengan judul ‘Tak Semua Pulang’, dirancang agar kita mengingat kembali tragedi Tsunami yang ada di aceh,” katanya.
Film ‘Barat’ ini dibuat sebagai bentuk untuk mengenang dan memberitahukan bahwa Aceh ini tidak non toleran, karna adat Aceh ini Peumulia Jame (memuliakan tamu), itu sebagai bukti bahwa Aceh memiliki toleransi yang tinggi. Syariat Islam di Aceh bukan untuk menghukum saja tapi untuk menjaga. Banyak yang salah paham terhadap syariat islam di aceh.
Sedangkan film berjudul ‘Tak Semua Pulang’ mengangkat kembali tragedi Tsunami Aceh. Kisah pilu tentang kehilangan, trauma, dan perjuangan hidup di tengah bencana yang tak terduga. Film tersebut menjadi pengingat akan kekuatan manusia dalam berjuang dan menghadapi kehilangan dan trauma yang mendalam. Selain pemutaran dua film acara ini juga menampilkan pertunjukan biola sebelum pemutaran film.
Maizatul, salah satu penonton kegiatan ini mengungkapkan bahwa yang paling ia sukai pada acara tersebut.
“Yang paling aku suka dari struktur acaranya ada pertunjukan biola, udah ngasih gambaran banget kalau film ini bakal sedih gitu, jadi kayak ngena banget karna diawal udah dibuka pakai penampilan biola tadi,” ujarnya.
Dibalik karya ini, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Dengan persiapan selama kurang lebih satu bulan, tim harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan listrik akibat ikut terdampak oleh bencana alam yang melanda. Beberapa kali acara ini harus diundur, namun semangat dan komitmen tim tidak pernah surut hingga karyanya bisa dinikmati oleh banyak penonton. []
Reporter: Kurnia Zahra
Editor: Riska Amelia
