Pemerintah Desa Kuta Murni Abdya Kembali Gelar Festival Ayah Sholeh Ke-2

Sumberpost.com | Banda Aceh – Pemerintah Desa Kuta Murni, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali menyelenggarakan Festival Ayah Sholeh Ke-2 sebagai wujud komitmen dalam memperkuat peran ayah sebagai teladan utama dalam keluarga. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini digelar di Bale Rauzatul Jannah dan dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, para peserta festival, serta warga setempat pada Jumát, (13/02/2026).

Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator, Bg Tarmizi, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut untuk kedua kalinya. Ia menegaskan bahwa Festival Ayah Sholeh merupakan ruang pembinaan moral dan spiritual bagi para ayah agar semakin optimal dalam membimbing keluarga menuju kehidupan yang harmonis dan religius.

Selanjutnya, suasana semakin khusyuk dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk Cut Ali. Lantunan ayat-ayat suci tersebut menghadirkan ketenangan dan menjadi pengingat pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun rumah tangga.

Setelah pembacaan Al-Qur’an, panitia membacakan pengumuman juara Festival Ayah Sholeh Ke-2. Nama-nama pemenang diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keteladanan para ayah dalam membina keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kepala Desa Kuta Murni, Arjuna, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa ayah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan akhlak anak.

“Melalui Festival Ayah Sholeh ini, kita ingin menegaskan kembali bahwa ayah adalah pemimpin dalam keluarga. Salah satu bentuk kepemimpinan itu adalah dengan menegakkan sholat dan memastikan seluruh anggota keluarga menjaga ibadahnya. Dari sholat yang terjaga, akan lahir keluarga yang harmonis dan generasi yang berakhlak mulia,” ujar Arjuna.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pembinaan keluarga di Desa Kuta Murni.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Mukim Setia Abdya , Ishak, turut memberikan arahan sekaligus menutup rangkaian utama kegiatan festival. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya keteladanan ayah dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang ayah bukan hanya bertanggung jawab dalam urusan dunia, tetapi juga akhirat keluarganya. Ketika ayah menjaga sholat dan mengajak keluarganya untuk taat kepada Allah, maka di situlah fondasi keluarga yang kokoh dibangun,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keagamaan sebagai kekuatan utama dalam membangun desa yang bermartabat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Abu Yusri Wali, putra Abuya Amran Wali. Dalam tausiyahnya yang bertema “Tegakkan Sholat”, ia mengingatkan bahwa sholat adalah tiang agama dan kunci keselamatan hidup.

“Jika seorang ayah mampu menjadi contoh dalam menjaga sholat, maka ia telah membuka pintu keberkahan bagi keluarganya. Jadilah ayah yang membimbing dengan kasih sayang dan keteladanan,” pesannya di hadapan para peserta.

Setelah ceramah, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh anak Abu Yusri Wali, memohon keberkahan bagi masyarakat Desa Kuta Murni serta keteguhan hati para ayah dalam membina keluarga.

Sebagai penutup seluruh rangkaian acara, dilakukan pembagian hadiah kepada para pemenang Festival Ayah Sholeh Ke-2 yang sebelumnya telah diumumkan. Penyerahan hadiah berlangsung tertib dan penuh kebahagiaan, sekaligus dirangkaikan dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan perangkat desa sebagai dokumentasi kegiatan. Setelah itu, dilakukan peresmian Bale Rauzatul Jannah oleh Abu Yusri Wali sebagai simbol dimulainya pemanfaatan balai tersebut untuk kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat ke depan.

Dengan terselenggaranya Festival Ayah Sholeh Ke-2 ini, Pemerintah Desa Kuta Murni berharap nilai keteladanan, kedisiplinan dalam menegakkan sholat, serta keharmonisan keluarga semakin menguat dalam kehidupan masyarakat. Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi bersama dalam membangun generasi yang beriman dan berakhlak mulia. [Rel]