Tradisi Meugang di Darussalam Berlangsung Khidmat, Sambut Ramadhan 1447 H
Sumberpost.com | Banda Aceh – Tradisi meugang yang telah menjadi budaya turun-temurun masyarakat Aceh kembali berlangsung dengan khidmat di kawasan Darussalam, Aceh Besar, pada Selasa (17/02/2026).
Tradisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh kebersamaan dan rasa syukur. Kegiatan meugang terlihat ramai sejak pagi hari, dengan masyarakat ramai-ramai mendatangi pasar serta pusat penjualan daging di sekitar Darussalam.
Tradisi meugang bukan sekadar kegiatan konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Aceh yang sarat dengan nilai sosial dan religius. Selain mempererat silaturahmi antar warga, meugang juga mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah seorang penjual daging di kawasan Darussalam, Zul Fitri, menyampaikan bahwa harga daging meugang tahun ini relatif stabil seperti tahun sebelumnya, yakni berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, harga daging meugang tahun ini masih sama saja, tidak ada kenaikan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi cuaca turut mempengaruhi aktivitas jual beli masyarakat. Menurutnya, hujan yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir membuat daya beli warga sedikit menurun.
“Daya beli masyarakat sekitar agak berkurang karena cuaca hujan, jadi pembeli tidak seramai biasanya,” ungkapnya.
Meski demikian, suasana meugang tetap terasa hidup dengan aktivitas masyarakat yang mempersiapkan berbagai hidangan khas bersama keluarga. Nilai kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa, menunjukkan bahwa tradisi ini masih terus lestari di tengah dinamika kondisi ekonomi dan cuaca.
Dengan berlangsungnya tradisi meugang ini, masyarakat berharap Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan penuh keberkahan, kedamaian, serta semangat memperkuat ibadah dan solidaritas sosial. []
Reporter: Sukmanil Haq
Editor: Riska Amelia
