Menjaga Lisan dan Hati Saat Berpuasa

Sumberpost.com | Banda Aceh – Puasa di bulan Ramadan tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih seorang Muslim untuk mampu menjaga perilaku, terutama lisan dan hati. Banyak orang yang mampu menahan makan dan minum, namun masih lalai dalam menjaga ucapan dan perasaan terhadap sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda:“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).

Hadis tersebut menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa. Perkataan seperti berbohong, gibah, memfitnah, atau berkata kasar dapat mengurangi pahala puasa.

Dalam salah satu ceramahnya, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan pentingnya menjaga ucapan saat berpuasa.

“Puasa itu bukan cuma menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari menyakiti orang lain, terutama lewat lisan.” ucapnya yang dikutip dari YouTube.

Selain menjaga lisan, umat Islam juga dianjurkan untuk menjaga hati dari sifat iri, dengki, marah, dan kebencian. Hati yang bersih akan membuat seseorang lebih mudah bersabar dan berbuat baik kepada sesama.

Oleh karena itu, Ramadan menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual. Dengan menjaga lisan dan hati selama berpuasa, seseorang dapat meraih pahala yang lebih sempurna serta menjadikan Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari. []

Reporter: Sukmanil Haq

Editor: Miftahul Jannah