Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kemenko PM dan Pemko Banda Aceh Luncurkan “Pasar 1001 Malam”
Sumberpost.com | Banda Aceh — Walikota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, secara resmi membuka piloting project “Pasar 1001 Malam” di Lapangan Eks Hotel Aceh, Banda Aceh, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Sinergi Usaha Masyarakat Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal ini diinisiasi sebagai langkah strategis pemerintah dalam menyediakan ruang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini memiliki keterbatasan akses pasar dan lokasi strategis. Program ini merupakan upaya optimalisasi aset pemerintah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal (idle) untuk kepentingan ekonomi kerakyatan.
Leontinus menyatakan bahwa Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan juga menjadi wadah aksi kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan dan solidaritas sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini dirancang sebagai solusi inklusif bagi pelaku UMKM agar memperoleh kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, lokasi kegiatan dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti Klinik Kesehatan serta “Klinik UMKM Bangkit”. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh guna memberikan pendampingan legalitas usaha serta edukasi bisnis bagi para pelaku UMKM. Selain berfokus pada sektor ekonomi, kegiatan ini juga menjadi wadah penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.
Senada dengan hal tersebut, Illiza, menegaskan bahwa “Pasar 1001 Malam” merupakan sinergi antara nilai-nilai spiritual bulan suci dengan upaya penguatan ekonomi rakyat. Ia berharap program ini menjadi momentum bagi UMKM lokal untuk naik kelas.
“Pasar ini bukan sekadar ruang transaksi ekonomi. Lebih dari itu, Pasar 1001 Malam menjadi ruang pemberdayaan bagi masyarakat, ruang harapan bagi pelaku usaha kecil, sekaligus ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Illiza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung produk lokal sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
“Mari kita beli dan bela produk UMKM Kota Banda Aceh. Ketika UMKM tumbuh, ekonomi rakyat akan kuat, dan kesejahteraan masyarakat akan semakin dekat. Ini adalah wujud nyata bagaimana syariat Islam mampu mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat kita,” pungkasnya. []
Reporter : Nurul Amalia dan Salsabila
Editor: Miftahul Jannah
