Zayyaf Naufal, Melatih Kepemimpinan Lewat Organisasi
Sumberpost.com | Banda Aceh – Salah satu mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab menjadi sosok yang sangat inspiratif bagi kalangan mahasiswa UIN Ar-Raniry. Zayyaf Naufal Jannah Wal Fitrah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi, baik di dalam maupun di luar kampus, serta kerap dipercaya menjadi ketua dalam sejumlah kepanitiaan kegiatan kampus.
Mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Ar-Raniry ini memulai perjalanan keorganisasiannya pada tahun 2023, sejak masih menjadi mahasiswa baru. Langkah awal Zayyaf di dunia organisasi dimulai dengan bergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 102 Rencong Sakti. Ia mengawali jabatan sebagai Komandan Regu (Danru) dan jabatan terakhirnya sebagai provost.
Pada saat masih menjadi anggota Menwa dan belum genap memasuki satu bulan keanggotaannya, ia sudah diutus dan dipercaya menjadi delegasi untuk mengikuti Training Legislatif Mahasiswa Nasional (TLMN) yang diadakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U).
Beriringan dengan keaktifannya di Menwa, Zayyaf juga bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab selama dua periode. Pada tahun 2024, ia dilantik sebagai anggota Divisi Bahasa dan Pendidikan, lalu pada tahun 2025 diberikan amanah sebagai sekretaris Divisi Humas.
Selain itu, Zayyaf juga pernah menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Pion Sakti UIN Ar-Raniry. Tidak hanya menjadi pengurus, ia bersama regu juga berhasil meraih posisi ketiga dan mendapatkan medali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah Aceh (POMDA) cabang olahraga catur tahun 2025. Ia juga dipercaya menempati posisi strategis di papan satu, yang tentu menjadi kebanggaan bagi dirinya sekaligus mengharumkan nama kampus.
Tak hanya aktif di organisasi internal, Zayyaf juga aktif mengikuti organisasi eksternal seperti Ittihadu Thalabati al-Lughah al-‘Arabiyah bi Indonesia (ITHLA), yaitu organisasi tingkat nasional yang mewadahi mahasiswa jurusan Bahasa Arab di seluruh Indonesia. Dalam organisasi tersebut, ia berperan sebagai anggota Departemen Dalam Negeri sekaligus Koordinator Wilayah Aceh.
Meskipun aktif di berbagai organisasi dengan jadwal yang padat, Zayyaf tetap menjadikan perkuliahan sebagai prioritas utama. Ia mengungkapkan bahwa kuliah merupakan tujuan awal dan kewajiban yang sangat penting bagi seluruh mahasiswa. Ia selalu memastikan setiap kegiatan yang dijalankan tetap berjalan lancar tanpa harus meninggalkan perkuliahan, kecuali dalam kondisi tertentu yang mendesak.
“Yang perlu kita ingat bahwa tujuan awal kita ke sini untuk kuliah. Walaupun kita mengikuti organisasi, tetap harus mengedepankan perkuliahan dengan segala cara. Namun, terkadang ada keadaan yang mendesak sehingga harus izin kuliah,” ujarnya.
Dengan keaktifannya di berbagai organisasi, tentu banyak pelajaran berharga yang didapatkan oleh Zayyaf. Ia menyadari bahwa banyak hal yang tidak diajarkan secara teori di perkuliahan, tetapi justru diperoleh melalui pengalaman berorganisasi, seperti membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara dosen dan sesama mahasiswa.
Menutup perbincangan, ia menyampaikan bahwa menjadi Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) merupakan salah satu tujuan akhir yang ingin ia capai selama menempuh pendidikan sebagai mahasiswa S1 di UIN. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun organisasi melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan.
“Menjadi Ketua DEMA mungkin adalah tujuan akhir saya sebagai mahasiswa S1 di UIN. Ke depannya, insyaallah saya akan terus berusaha mengkaderkan regenerasi agar lahir pengurus yang kompeten dan mampu menjadi perpanjangan lidah bagi seluruh mahasiswa,” ucapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada keberlanjutan dan kemajuan bersama, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus. []
Reporter: Aura Sura Aini
Editor: Miftahul Jannah
