Akar Kehidupan Bangsa: Politik Dan Mata Pencaharian Indonesia Pada Masa Prasejarah

Sumberpost.com | Banda Aceh – Jika membahas sejarah Indonesia dari jendela pengetahuan, sebenarnya semuanya berawal dari masa prasejarah. Pada masa itu, manusia belum mengenal tulisan, tetapi mereka sudah hidup berkelompok, saling membantu, dan mencari cara untuk bertahan hidup. Mereka juga sudah memiliki pemimpin dan aturan sederhana agar kehidupan bersama berjalan dengan baik.

Menurut saya, perubahan dari kehidupan berburu dan meramu (food gathering) ke bercocok tanam (food producing) merupakan salah satu perubahan terbesar dalam kehidupan manusia pada masa prasejarah di Indonesia. Awalnya manusia hanya mengandalkan apa yang tersedia di alam untuk bertahan hidup. Namun, setelah mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak, mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam. Mereka mulai mengolah lahan, menanam tanaman, dan menghasilkan makanan sendiri. Karena itu, mereka tidak perlu terus berpindah-pindah tempat dan mulai menetap di suatu wilayah.

Perubahan cara hidup ini juga membawa dampak pada kehidupan sosial masyarakat. Saat masih hidup berpindah-pindah, semua orang memiliki peran yang hampir sama. Namun, setelah hidup mulai menetap, mulai muncul pembagian tugas, misalnya ada yang bertani, berburu, membuat alat, atau mengurus keluarga. Selain itu, mulai ada pemimpin yang dihormati karena dianggap lebih berpengalaman, bijaksana, atau mampu melindungi kelompoknya. Walaupun belum ada sistem pemerintahan seperti sekarang, mereka sudah memiliki aturan dan cara mengatur kehidupan bersama.

Kalau dilihat dari peninggalan yang ditemukan para arkeolog, kemampuan manusia prasejarah juga terus berkembang. Alat-alat yang awalnya masih sederhana dari batu kasar lama-kelamaan dibuat lebih halus, kuat, dan lebih efektif digunakan. Mereka juga mampu membangun bangunan batu besar atau megalitik yang menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki kemampuan berpikir, bekerja sama, dan merencanakan sesuatu dalam jangka panjang. Menurut saya, hal ini membuktikan bahwa manusia prasejarah bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dari sinilah kita bisa melihat bahwa dasar kehidupan masyarakat Indonesia sudah mulai terbentuk sejak masa prasejarah.

Kalau disimpulkan, menurut saya cara masyarakat prasejarah bertahan hidup patut dihargai karena meskipun pengetahuan, teknologi, dan alat yang mereka miliki masih sangat terbatas, mereka tetap berusaha mencari cara agar bisa memenuhi kebutuhan hidup, terutama mendapatkan makanan. Mereka harus mengandalkan kemampuan, kerja sama, dan kreativitas untuk bertahan, berbeda dengan kehidupan sekarang yang sudah didukung berbagai teknologi dan fasilitas yang memudahkan manusia. Karena itu, kita tidak boleh meremehkan kehidupan masyarakat pada masa prasejarah, sebab dari segala keterbatasan yang mereka hadapi, mereka mampu beradaptasi, terus berkembang, dan meletakkan dasar bagi kehidupan manusia hingga saat ini. []

Penulis: Aisyah Suha Nabilah, Mahasiswi Prodi Sejarah Kebudayaan Islam , Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry

Editor: Miftahul Jannah