Kehidupan Manusia Prasejarah: Menilik Jejak Peradaban dalam Kehidupan Manusia Megalitikum

Sumberpost.com | Banda Aceh – Ketika membahas tentang manusia prasejarah, kita langsung memikirkan tentang manusia-manusia primitif dan hidup secara nomaden, namun kita lupa masa prasejarah sendiri terdiri atas beberapa periode yang berbeda-beda. Periode Megalitikum salah satunya merupakan periode paling kompleks dalam kehidupan manusia prasejarah, dimana periode ini merupakan periode terakhir zaman batu dan menjadi peralihan ke zaman logam.

Manusia Zaman Megalitikum sudah lebih maju dibandingkan zaman sebelumnya, dimana manusia zaman Megalitikum tidak lagi berburu dan hidup berpindah-pindah tetapi mulai menetap, mengebangkan ternak, dan bercocok tanam. Manusia zaman Megalitikum juga mulai mengenal kebudayaan, mereka dapat disebut sebagai pelopor peradaban awal yang lebih visioner.

Zaman Megalitikum disebut juga sebagai zaman batu besar, karena pada masa ini manusia telah berhasil membangun sistem kebudayaan, kepercayaan, dan organisasi sosial yang lebih terstruktur. Pada zaman megalitikum Mulai muncul sistem kepercayaan terhadap roh nenek moyang, mereka membangun batu besar dan menjadikannya sebagai tempat persembahan kepada roh-roh nenek moyang. Kepercayaan terhadap hal gaib juga terlihat ketika mereka takut mendengar suara petir karena menganggap hal tersebut merupakan bentuk teguran dari roh nenek moyang.

Kemampuan manusia zaman Megalitikum dalam membangun sebuah batu besar merupakan salah satu aspek penting dalam sistem sosial, dimana mereka bekerja sama untuk membangun dan menghasilkan batu besar yang akhirnya dapat digunakan sebagai tempat menghasilkan kebudayaan. Perkembangan peradaban di masa Megalitikum sangat menakjubkan, mereka berhasil menciptakan kebudayaan walaupun dengan peralatan yang relatif sederhana, mereka mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

Perubahan pola  kehidupan manusia prasejarah dari berburu dan meramu, menjadi menetap, dan bercocok tanam, menunjukkan manusia berupaya mengembangkan peradaban manusia untuk memudahkan kehidupan dan menciptakan tatanan sosial yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.

Sebagai manusia yang hidup pada zaman modern ini kita selalu merasa bahwa bentuk peradaban yang paling maju merupakan kehidupan dengan teknologi yang canggih. Hingga kita melupakan bahwa fondasi kuat yang kita nikmati kini merupakan upaya manusia megalitikum mengorganisasi diri mereka dan berani melakukan perubahan ribuan tahun silam.

Periode megalitikum memberikan kita pemahaman bahwasanaya peradaban tidak diukur dari seberapa canggih suatu teknologi, melainkan dari seberapa mampu manusia untuk berkolaborasi, menghargai nilai-nilai kemanusiaan, dan menyelaraskan diri dengan alam serta sesama. []

Penulis: Maulida Rahmah, Mahasiswi Prodi Sejarah Kebudayaan Islam , Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry

Editor: Miftahul Jannah