Kisah Bilal Munawarah Lulusan Terbaik Febi UIN Ar-Raniry gelombang 1

Sumberpost.com | Banda Aceh – Tepuk tangan memenuhi ruangan ketika nama Bilal Munawar diumumkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Di balik senyum yang menghiasi wajahnya, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Siapa sangka, mahasiswa asal Aceh Barat Daya itu justru memulai kisahnya dari sebuah kekecewaan. Program Studi Ekonomi Syariah bukanlah pilihan yang ia impikan saat mendaftar kuliah. Namun, alih-alih larut dalam penyesalan, Bilal memilih menerima keadaan dan menjadikan kesempatan itu sebagai awal langkah baru.

“Awalnya ini bukan prodi yang saya targetkan. Tapi setelah dijalani, saya merasa cocok dan semakin tertarik mempelajarinya,” katanya.

Hari-harinya sebagai mahasiswa dimulai seperti kebanyakan mahasiswa lain. Datang ke kelas, mendengarkan penjelasan dosen, mengerjakan tugas, lalu pulang. Namun rutinitas itu tidak berlangsung lama. Memasuki semester kedua, Bilal memutuskan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ekonomi Syariah.

Organisasi membuka pintu pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia belajar memimpin, berdiskusi, mengatur kegiatan, hingga membangun hubungan dengan banyak orang. Dari sana, ia mulai memahami bahwa dunia kampus bukan hanya tentang nilai di atas kertas.

Kesibukan itu membuat waktunya semakin padat. Siang diisi dengan kuliah, sore mengikuti rapat organisasi, malam kembali mengerjakan tugas. Di tengah aktivitas tersebut, ia terus mengingat satu prinsip yang selalu dipegangnya

“Organisasi tidak boleh mengganggu kuliah. Tujuan utama kita masuk kampus adalah belajar.” ujarnya.

Baginya, belajar bukan sekadar duduk di ruang kelas atau menghafal isi buku. Ia lebih suka mencatat poin-poin penting yang disampaikan dosen, kemudian mencari informasi tambahan dari buku, berita ekonomi, hingga media sosial. Menurutnya, perkembangan ekonomi begitu cepat sehingga mahasiswa harus terus memperbarui pengetahuan.

“Belajar bukan hanya menghafal. Kita juga bisa belajar dari pengalaman, membaca, melihat, bahkan dari media sosial selama isinya bermanfaat,” ujarnya.

Keyakinan itu semakin kuat ketika ia mengikuti berbagai kegiatan di luar kelas. Bersama HMP, ia pernah menjalankan kegiatan pada bulan Ramadan. Ia juga menjadi relawan pajak dan menjalani magang di Kantor Pelayanan Pajak. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Perlahan tetapi pasti, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Nilai akademiknya terus terjaga meski aktif berorganisasi. Hingga akhirnya, pada penghujung masa kuliah, Bilal dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan predikat cumlaude.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari doa kedua orang tua, dukungan keluarga, usaha, serta teman-teman yang selalu memberikan semangat selama menjalani perkuliahan.

Kini, Bilal tengah menatap langkah berikutnya. Ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Baginya, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk terus belajar. Sebelum mengakhiri perbincangan, ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan kuliah

“Perbanyak pengalaman, bangun relasi, aktif di organisasi, dan jangan menunda menyelesaikan kuliah. Karena skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai.”
ungkapnya.

Perjalanan Bilal Munawar mengajarkan satu hal sederhana: jalan hidup tidak selalu dimulai dari pilihan yang diinginkan. Namun ketika dijalani dengan ikhlas, kerja keras, dan konsisten, jalan itu bisa membawa seseorang menuju pencapaian yang bahkan lebih indah dari yang pernah dibayangkan. []

Reporter: Siti Bararah Yasmin

Editor: Miftahul Jannah